Efek Kecemasan, Masyarakat Mudah Dipengaruhi Hoax

Pemabuk Disangka Begal

111

TASIK – Fenomena begal di Tasikmalaya beberapa waktu lalu, banyak diperbincangkan khususnya oleh netizen di media sosial (medsos). Bahkan ada video orang mabuk yang diamankan polisi pun disebut-sebut sebagai begal.

Seperti yang diunggah beberapa pengguna facebook yang menunjukkan dua orang remaja dengan kondisi babak belur. Disebutkan kedua remaja tersebut merupakan warga asal Panumbangan Kabupaten Ciamis.

Video berdurasi 30 detik itu sudah ditonton lebih dari 1.000 kali dan mendapat beragam respons dari para pengguna facebook lainnya. Ada yang menghujat dan mencemooh, ada juga yang mempertanyakan kebenaran informasi itu. Karena tidak ada video yang membuktikan keduanya pelaku begal.

Radar pun mencoba mengklarifikasi, ternyata dua remaja di video tersebut diamankan oleh Polsek Indihiang. Akan tetapi Kapolsek Indihiang Kompol M Basori membantah bahwa mereka merupakan pelaku begal. “Memang kami amankan mereka, tapi bukan begal,” ungkapnya saat dikonfirmasi Radar, Minggu (19/8).

Dijelaskan Kompol Basori, dua remaja yang kedapatan mabuk di wilayah Tajur Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya sekitar dua minggu lalu. Karena meresahkan, mereka pun menjadi sasaran amuk massa hingga babak belur. “Mereka itu diamankan karena mabuk,” terangnya.

Kompol Basori meminta warga tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Terlebih yang menyebarkan bukan orang yang punya kapasitas dan tidak bertanggungjawab. “Jangan juga sembarangan upload atau membagikan informasi yang belum jelas,” katanya.

Ada pun dua begal atau pelaku pencurian dengan kekerasan yang diamankan yakni AH (24) dan TS (31) oleh Unit Reskrim Polsek Mangkubumi. Dua orang pelaku berbeda dengan remaja di dalam video yang tersebar di media sosial itu.

Terkait perkembangan kasusnya, Kapolsek Mangkubumi Ipda Agus Fredy mengaku masih berupaya mengembangkannya. Sementara ini belum ada penangkapan pelaku lain serta Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya yang dilakukan. “Sementara belum ada perkembangan, masih kita upayakan untuk kemungkinan pelaku dan TKP lain,” singkatnya.

Diberitakan sebelumnya, ancaman Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf terhadap pelaku begal bukan gertak sambal. Buktinya, pada Kamis (17/8) dua orang pelaku aksi begal berhasil diringkus aparat berseragam cokelat tersebut.
Dua pelaku begal itu yakni TS (31) alias Ibro dan AH (24) alias Dani. Mereka ditangkap karena mengambil ponsel dan sepeda motor milik warga di Jalan Lewo Babakan Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Jumat (3/8).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengungkapkan sudah mengamankan dua pelaku begal yang beraksi di wilayah Mangkubumi. Saat ini, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari pelaku lain. “Ya, alhamdulillah berkat dukungan dari semuanya, kami sudah amankan beberapa pelaku,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (17/8).

Meskipun beberapa pelaku berhasil ditangkap, kata Febry, upaya preventif mencegah kejadian serupa tetap dilakukan. Salah satunya dengan patroli baik di jajaran Polres maupun Polres khususnya di lokasi dan jam rawan. “Tetap, upaya pencegahan kita gencarkan,” katanya.

Dia berharap pembuktian dari kepolisian ini, bisa membuat masyarakat tenang. Dia pun meminta kerja sama dari semua pihak dalam pengungkapan kasus curas itu. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.