Rumah Ambruk Disapu Angin

2 Hari Bencana Dimana-mana, Pemakaman Keluarga di Ciamis Terbakar

48

CIAMIS – Sejak dua hari terakhir telah terjadi beberapa bencana di lokasi berbeda. Di Kecamatan Banjarsari, lahan perkebunan seluas dua hektare terbakar.

Si jago merah pun merembet ke delapan makam keluarga di sekitarnya. Sedangkan di Kecamatan Sindangkasih dan Cisaga dua rumah ambruk.

Kebakaran di Banjarsari tepatnya terjadi di Dusun Wanasari RT 09 RW 04 Desa Ciherang pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00.

Api baru bisa dipadamkan pada pukul 22.00 oleh masyarakat. Namun, pada Jumat (12/10) sekitar pukul 04.00, api kembali muncul di perkebunan tersebut.

Beruntung masyarakat bisa sigap memadamkan si jago merah hingga tidak merembet ke permukiman yang jaraknya sekitar 100 meter.

Menurut anggota Tagana Kecamatan Banjarsari Uus Kusmana (19), api tersebut muncul diduga berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan warga. Dalam waktu bersamaan ada angin kencang. Sehingga api meluas.

Untungnya si jago merah baru menghanguskan alang-alang. Belum sampai ke pohon-pohon bambu. “Kami bersama masyarakat selalu waspada mengingat di wilayah itu rentan kebakaran lahan. Banyak lahan yang kering,” terang Uus.

Selain di Banjarsari, kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Panumbangan. Paur Humas Polres Ciamis Hj Iis Yeni Idaningsih mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kalau menyalakan pembakaran di hutan atau kebun harus dipadamkan sebelum ditinggalkan. Karena, apabila bila api itu dibiarkan akan merembet ke mana-mana. Apalagi di musim kekeringan.

“Saat ini masih musim kemarau. Masyarakat harus bersama-sama menjaga hutan,” ujar dia.

Adapun rumah ambruk di Kecamatan Sindangkasih merupakan milik Ruminah (60) asal Dusun Tugu RT 36 RW 13 Desa Sukasenang. Rumah semi permanen ini roboh pada Kamis (11/10) sekitar pukul 19.00.

Penyebabnya, selain disapu angin kencang, juga karena kondisi rumah yang ditinggali pedagang gorengan itu sudah reyot. Masuk kategori tidak layak huni.

“Beruntung korban selamat dari kejadian ambruknya rumah tersebut. Karena saat ambruk korban sedang pengajian,” ungkap Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis Ade Waluya.

Sementara rumah ambruk di Kecamatan Cisaga merupakan milik Tarmedi (45) di Dusun Jetak RT 03/08 Desa Cisontrol. Kejadiannya pada Rabu (10/10) sekitar pukul 17.00. Penyebab rumah semi permanen ini roboh karena sudah lapuk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang memilukan ini.

Dinas Sosial (Dinsos) sudah memberikan bantuan kepada Ruminah dan Tarmedi. “Kami mengimbau kepada masyarakat, bila memang rumahnya tidak layak huni agar tidak menempatinya. Karena cukup rawan untuk ditinggali,” imbaunya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.