Pemakaman Pasien Simptomatik Jadi Tontonan Warga, Tim Kelelahan

130
0
PEMAKAMAN. Prosesi pemakaman jenazah simptomatik di Kelurahan Kahuripan menjadi tontonan warga Senin (18/1). Muhammad Hasbi/Radar TV
Loading...

TASIK – Prosesi pemakaman jenazah terkonfirmasi simptomatik Covid-19 di Kampung Cikalang Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya menjadi tontonan warga sekitar.

Hal ini terjadi ketika petugas penguburan melintasi area pemukiman lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) spontan warga menyaksikan di area pemakaman wilayah tersebut.

Manajer Pusdalops BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman mengaku cukup kelelahan, di tengah tim melakukan proses pemakaman beberapa tim lain harus mengingatkan dan mengedukasi warga. Supaya tidak terlalu dekat dengan area pemakaman.

“Sebetulnya bukan tidak boleh disaksikan, tetapi harus ada jarak aman. Kita tadi sambil edukasi supaya warga tidak terlalu mendekat sebelum pemakaman usai,” kata dia usai mengubur jenazah, Senin (18/1).

Dia mengatakan meski tidak berisiko memaparkan virus Covid-19, tetapi perlu adanya antisipasi. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan rumah sakit dimana pasien dirawat, memastikan jenazah aman dan steril ketika dilaksanakan pemulasaraan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

loading...

Baca juga : Ada Ratusan Cator di Kota Tasik, 7 Unit Diamankan Polisi

“Setiap kita menerima laporan adanya pasien meninggal, kita pastikan tim terkait supaya melakukan penyemprotan, baik saat jenazah dibawa, kemudian setelah proses pemakaman menyisir jalur yang dilalui untuk sterilisasi,” tuturnya memaparkan.

Penyemprotan disinfektan di jalur yang dilalui jenazah pasien, kata dia, merupakan upaya antisipasi. Sebab, proses pemulasaraan tentunya sudah ditempuh menggunakan protokol pencegahan risiko penularan virus.

“Bukan tidak percaya diri, ini antisipasi dengan menggunakan APD, penyemprotan disinfektan dan protokol lainnya untuk memastikan pemakaman aman, Jadi setelah pemulasaraan sebetulnya insya allah tidak berisiko, hanya tetap jarak harus dijaga sebagai antisipasi saat proses pemakaman kalau warga menonton,” ucap Harisman.

Dia menceritakan sejauh ini sudah melaksanakan lebih dari 90 pemakaman dengan protokol Covid-19. Bisa dirata-ratakan, dalam satu hari 2 kali proses pemakaman dengan protokol tersebut.

“Bahkan kita pernah dalam 24 jam, laksanakan pemakaman sebanyak 8 orang. Tadi malam juga kita selesai pemakaman sampai tengah malam,” katanya.

Salah seorang warga, Supriatna (43) mengaku penasaran dengan proses pemakaman pasien yang diduga positif corona. Ia mengaku bukan tidak khawatir terpapar, hanya spontanitas ketika mendengar ada yang dikuburkan dengan protokol Covid-19.

“Penasaran, kalau takut ya takut. Tapi ingin lihat langsung apa saja sih yang dilakukan petugas untuk memastikan jenazahnya tidak berisiko menyebarkan virus,” ujarnya.

Kantor dan Rumah Paling Rawan
Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih terus terjadi meski jumlahnya tidak menonjol. Lingkungan kerja dan tempat tinggal menjadi lokasi yang dinilai rawan penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan penambahan kasus positif yang terjadi merupakan hasil kontak erat dengan pasien lama.

Sebagian ada juga yang memang usai melakukan perjalanan ke luar daerah. “Tapi kebanyakan kontak erat dengan pasien,” ungkapnya kepada Radar, Senin (18/1).

Setiap lokasi di mana ada kerumunan dan kontak fisik terbilang rawan. Namun hasil temuan kasus di Kota Tasikmalaya, didominasi oleh rumah dan tempat kerja. “Makanya cukup banyak dari klaster perkantoran dan klaster keluarga,” katanya.

Biasanya, lanjut Uus, pembawa virus merupakan orang dengan mobilitas tinggi baik di dalam kota maupun ke luar Kota. Karena tidak menerapkan protokol kesehatan, akhirnya dia menularkan virus ke keluarga dan teman kerja. “Meskipun susah dideteksi siapa yang pertama positif,” ujarnya.

Untuk itulah, masyarakat diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Sehingga tidak membawa virus ketika datang ke kantor atau pulang ke rumah. “Kitanya aman, dan tidak menularkan ke orang lain juga,” tuturnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya sampai Senin pagi (18/1) tercatat 2.695 total kasus psotif Covid-19. 477 di antaranya masih berstatus pasien aktif dan masih menjalani isolasi.

Saat ini penambahan kasus tidak terlalu signifikan, hal itu menurut Uus, karena pembatasan yang lebih diperketat. Banyaknya kantor yang memberlakukan Work Form Home (WFH) dinilai sukses menekan angka penularan.

“Alhamdulillah sepertinya PSBB Proporsional ini cukup efektif,” katanya.

Terpisah, Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menyebut pihaknya masih menemukan pelanggaran prokes di masyarakat. Jumlahnya cukup dinamis bergantung temuan dari tim patroli.

“Baik itu yang tidak pakai masker atau pelanggar batas jam operasional,” katanya.

Selama pandemi, tercatat ada 5.577 temuan pelanggaran oleh tim patroli. Jumlah tersebut akumulasi dari 5.388 warga tidak bermasker dan 189 pelaku usaha yang melanggar batas jam operasional. (igi/rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.