Pemasaran Lemah, Peternak Sapi Lokal Keluhkan Kebijakan Impor

6
Peternak sapi dari Desa Sumber Lor mengeluh kesulitan memasarkan sapi. Mereka juga mengeluhkan banyaknya sapi-sapi yang masuk dari luar kota dan kuota daging impor, sehingga sapi yang dibesarkan oleh petani Cirebon tidak bisa bersaing.

CIREBON – Sejumlah peternak sapi di Desa Sumber Lor, Kabupaten Cirebon meminta pemerintah untuk maksimal menyerap hasil ternak sapi para petani yang selama ini sulit diserap. Pasalnya, persoalan harga yang dinilai lebih mahal ketimbang daging impor.

Salah satu peternak sapi di Desa Sumber Lor, Sutarno saat ditemui Radar Cirebon mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi para peternak sapi di wilayahnya adalah kendala terkait pemasaran.

Selama ini, belum ada upaya penyerapan sapi yang dilakukan pemerintah daerah maupun pusat. Sehingga para peternak terpaksa menjual sapi-sapi peliharaannya secara mandiri.

“Kita jual ke bandar, harganya selalu di bawah harga pasar. Kalau tidak ya nunggu ada orang hajatan yang datang ke kandang dan beli sapi dengan harga yang lebih pantas. Yang kami hadapi, kita kesulitan di masalah pemasaran,” ujarnya.

Dijelaskan Sutarno, wilayahnya merupakan salah satu sentra peternakan terbesar di Kabupaten Cirebon. Saat ini, tidak kurang dari 66 peternak sapi yang merupakan warga asli Desa Sumber Lor.

Dari 66 peternak tersebut, di Desa Sumber Lor kini tak kurang ada sekitar 500 ekor sapi berbagai jenis dan berbagai ukuran.

“Mungkin kalau dibandingkan dengan wilayah lain, kita ini paling banyak sapinya. Cuma ya itu masalahnya pemasarannya masih sulit. Saat ini yang kita jual sapi jantan, yang betina kita pelihara untuk indukan. Biaya perawatan dan pakannya cukup menguras kantong. Kalau punya tabungan kita tahan harga, kalau butuh uang ya kita jual di bawah harga,” imbuhnya.

Sutarno berharap ada terobosan dari pemerintah untuk bisa menyerap sapi-sapi milik peternak dengan harga yang menguntungkan.

Karena selama ini, para peternak kesulitan menjual sapi, meskipun di musim Lebaran Idul Adha.

“Kita ini serba salah. Kalau musim Idul Adha banyak sapi dari luar kota yang masuk Cirebon. Imbasnya, sapi kita sulit dijual. Belum lagi ada impor daging, tambah sulit saja,” jelasnya.

Sementara itu, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Babakan  Widi kepada Radar Cirebon menuturkan, salah satu potensi dari Desa Sumber Lor adalah keberadaan sentra peternakan sapi yang di dalamnya melibatkan puluhan warga setempat.

Menurutnya, ada peran serta pemerintah desa dalam peternakan tersebut. Karena peternakan itu, berada di atas lahan milik desa.

“Ini salah satu potensi yang bisa dijadikan sebagai unggulan. Tinggal pekerjaan yang harus didorong adalah bagaimana cara membantu para peternak dengan menyiapkan dan menyusun pemasaran, supaya peternak bisa sejahtera. Itu mungkin nanti ada terobosan dari desa atau pihak-pihak lainnya yang terpanggil untuk membantu para peternak. Semisal membuatkan toko online untuk penjualan sapi,” ungkapnya. (dri)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.