Pembagian BPNT di Ciamis Rentan Penularan Covid-19

41
0
ISTIMEWA ANTRE. Masyarakat penerima BPNT antre untuk mencairkan bantuan di e-waroeng, Minggu (17/1).
Loading...

CIAMIS – Dalam pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Ciamis seringkali mengundang banyak orang secara berkerumun. Hal itu menjadi rentan dalam penyebaran Covid-19, di mana dalam protokol kesehatan sudah jelas diatur terkait jaga jarak dan hindari kerumunan.

Ketua Forum Koordinasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Ciamis Ade Deni mengatakan, guna mengatasi terjadinya berbagai kemungkinan penularan Covid-19, pihaknya mulai menyiasati dalam mekanisme pembagian dan pencairan BPNT di warung yang sudah ditunjuk.

“Jadi mekanismenya dengan pembatasan atau pengaturan, sehingga tidak terjadi lagi kerumunan,” katanya kepada Radar, Minggu (17/1).

“Mekanisme yang digunakan, penerima dijadwal 10 orang untuk datang ke e-waroeng mencairkan BPNT. Sehingga dengan sistem seperti itu tidak terjadi lagi kerumunan atau antre dalam proses pencairannya,” ujarnya, menambahkan.

Baca juga : Distan Ciamis Siapkan Gerakan Massal Basmi Hama Tikus

loading...

Ade menegaskan aturan ini harus diberlakukan oleh semua e-waroeng yang bekerja sama, karena jika tidak bisa menjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Kami sangat menekankan kepada semu e-waroeng dan masyarakat penerima bantuan menaati aturan tersebut, sehingga semuanya tetap aman dalam menghindari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

“Kita semua tahu kalau Ciamis sudah dinyatakan zona merah dan diberlakukan PPKM. Jadi semuanya harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ini,” katanya, menjelaskan.

Pemilik e-waroeng di Desa Cisadap Kecamatan Ciamis H Muslih membenarkan sudah menerapkan protokol kesehatan dalam mekanisme pencairan BPNT. Sehingga bisa disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

“Pembagian kali ini kami sangat perketat sekali, apalagi sekarang Ciamis masuk zona merah,” katanya.

Maesaroh (50), salah satu penerima BPNT asal Duaun Lingganik Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis me­nga­ku masih ta­kut kalau ke e-waroeng di te­ngah pan­demi Covid-19.

“Ya kadang merasa waswas karena selalu antre dan takut tertular Covid-19. Tapi alhmdulillah sekarang sudah disiplin dalam pe­nerapan pro­tokol kesehatan, sehingga bisa lebih aman,” ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.