Pemkot Terus Melaju

Pembahasan Pemindahan Tugu Adipura Akan Melibatkan OPD-OPD

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Pro kontra pemindahan Tugu Adipura tak membuat Pemkot Tasikmalaya bergeming. Mereka tetap dalam pendiriannya: memindahkan tugu penanda sukses menjadi kota yang sukses menata lingkungan itu ke Persimpangan Padayungan.

Tak hanya itu, melalui Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perawaskim) Kota Tasikmalaya Yono S Karso, Pemkot juga akan membahas pemindahan Tugu Adipura tersebut dengan dinas-dinas terkait. Itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Nanti kami bahas dengan Dishub, PUPR dan instansi terkait lainnya,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (7/9).

Bagaimana dengan keterlibatan tokoh masyarakat dalam pembahasan pemindahan Tugu Adipura? Yono mengaku tidak akan melibatkannya. Karena lebih mengutamakan pembahasan dengan dinas-dinas dan lembaga terkait.

“Nanti akan kami bahas di rapat Pemkot,” tuturnya. Menyikapi berbagai komentar yang tidak setuju dengan rencana pemindahan tugu tersebut, Yono mengaku hal itu belum mengubah rencana semula: Tugu Adipura akan dipindahkan ke pulau jalan Persimpangan Padayungan. “Masih tetap rencananya seperti itu,” ungkapnya.

Untuk waktu pelaksanaan proyek tersebut, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan. Pasalnya harus menunggu persetujuan APBD oleh DPRD. “Belum disetujui. APBD belum diketuk,” tuturnya.

Jika DPRD mengetuk palu tanda persetujuan APBD, maka proyek tersebut akan dilaksanakan. Namun jika tidak disetujui, Perwaskim pun tidak bisa memaksakannya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan H Dodo Rosada, sebelumnya, mengaku belum memahami latar belakang Pemkot merencanakan pemindahan Tugu Adipura. Pemkot harus mempertimbangkan berbagai aspek.

“Estetikanya, historisnya dan pemikiran orang-orang terdahulu juga harus jadi bahan pertimbangan,” ujarnya kepada Radar, Kamis (6/9).

Namun sejauh ini, pihaknya, belum mendengar alasan rasional terkait pemindahan tugu tersebut. Soal gangguan lalu lintas, menurutnya, hal itu belum menjadi alasan kuat.
“Kalau hanya sekadar lalu lintas saja, bisa dilakukan dengan rekayasa lalu lintas,” tuturnya.

Ketua Fraksi Gerindra Aslim SH mengaku kurang sepakat dengan pemindahan tugu tersebut. Karena, menurutnya, sejauh ini keberadaan tugu bersejarah itu tidak menimbulkan masalah. “Pengajuannya kan untuk penataan. Sepertinya ada misskomunikasi,” katanya.

Ketika memang banyak pihak yang menolak pemindahan tugu tersebut, menurutnya, Pemkot tidak perlu pusing. Meskipun anggarannya sudah disetujui, pekerjaannya tidak dilakukan pun bukan sebuah masalah besar. “Kalau pertimbangannya pekerjaan itu mubazir, ya anggarannya tidak perlu diserap,” tuturnya. (rga)

loading...