Pemkot Harus Lebih Serius Urus Banjir

Pembangunan Drainase Buruk

173
0
BANJIR HZ. Anak-anak dan kendaraan berada di titik banjir di jalur HZ Mustofa pada Kamis (21/3) sore. Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Banjir yang menggenangi Jalan HZ Mustofa dan Jalan BKR hingga Jalan Siliwangi di setiap hujan deras sangat mengganggu aktivitas usaha masyarakat. Masyarakat meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memperbaiki drainase-drainase yang buruk itu.

Pedagang kupat tahu di Tugujaya, Cihideung, Ujen (49) menjelaskan, banjir di Jalur HZ Mustofa dekat Plaza Asia pada Kamis (21/3) itu mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya, gerobak kupat tahu miliki harus dinaikkan ke trotoar.

Banjir itu, menurut dia, berlangsung kurang lebih sekitar dua jam. Air kurang mengalir ke drainase. Kemungkinan saluran drainase di Jalur HZ itu buruk sehingga ketika hujan deras selalu banjir. “Genangan air di sini merugikan usaha saya,” kata dia kepada Radar, Sabtu (23/3).

Pedagang kopi di kawasan Plaza Asia Nia Kurniasih (68) menyebutkan, persoalan banjir di pusat kota itu harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah. Setiap hujan drainase di jalur HZ Mustofa tidak mampu mengalirkan air dengan baik. Dengan begitu, banjir terjadi bahkan hampir menghanyutkan gerobaknya. “Pemkot harus segera memperbaiki saluran drainase,” kata dia.

Pengguna jalan asal Kahuripan Kecamatan Tawang, Misnen (52) menyarankan lubang pembuangan air di pinggir Jalan HZ diperbesar agar air hujan dapat mengalir dengan lancar ke drainase. Setidaknya, air hujan itu tidak membanjiri jalur HZ begitu lama. “Pembenahan sudah, tapi terlalu kecil lubang saluran airnya,” ujar dia.

Di tempat berbeda, juru parkir di kawasan Universitas Siliwangi (Unsil) Yeyet Ruhyat (54) menyebutkan, banjir kerap kali terjadi setiap turun hujan di Jalan Siliwangi tepatnya di depan Masjid Al-Muhajirin. Seperti halnya yang terjadi pada Kamis dan Jumat (21-22/3).

Ari hujan di Jalan Siliwangi itu, kata dia, tidak mengalir ke drainase lantaran saluran air itu tersumbat sampah dan sedimentasi drainase. “(Banjir itu, Red), mengakibatkan macet dan banyak kendaraan mogok,” kata dia.

Mahasiswa Unsil, Taufik (25) meminta pemkot menyeriusi penanganan banjir di pusat kota. Banjir di jalan-jalan itu sudah sering terjadi. Hal tersebut tentu saja mengganggu mobilisasi mahasiswa yang menimba ilmu di kampus Unsil. “Pemkot harus memperbaiki drainase di Kota Tasikmalaya,” ujar dia. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.