Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Pembangunan Lima Rumah Sakit Hanya Rencana

58
0
Asop Sopiudin

SINGAPARNA – Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya menilai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai turunan dan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang akan berakhir pada 2025 kurang matang.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asop Sopiudin mengatakan, dalam RPJMD tersebut Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah memberikan arahan bahwa pemerintah daerah akan membentuk beberapa rumah sakit (RS) yang tersebar di daerah-daerah sekitar ibu kota sebagai penyangga kesehatan masyarakat. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya.

“Perencanaan itu karena menganggap dengan pertimbangan luas bentangan wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sehingga pada 2015 telah terjadi kesepakatan antara legislatif dengan eksekutif bahwa pemerintah akan fokus pembangunan rumah sakit di lima titik, Cipatujah, Cikatomas, Karangnunggal, Manonjaya dan Ciawi,” ungkapnya kepada Radar, Senin (2/12).

Menurut Asop, rencana itu sangat tepat dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Karena akan memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kemudian, rencana pembangunan rumah sakit itu pun untuk meminimalisasi terjadinya over load di RSUD SMC. “Daya tampung di RSUD SMC masih sangat terbatas. Tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang membludak,” katanya.

Jelas dia, rencana pembangunan RS di lima titik tersebut dipastikan tuntas di tahun 2021 sesuai RPJMD. “Persepsi kita bahwa pada tahun 2020, rumah sakit tersebut sudah berdiri dan mulai beroperasi,” ujarnya.

Namun, kata Asop, pada kenyataannya, berdasarkan hasil rapat kerja (raker) komisi, hingga saat ini masih melakukan feasibility study (FS). “Itu pun baru untuk di Cikatomas saja. Kami memandang pemkab dalam hal manajemen perencanaan tidak konsisten dan matang,” papar dia.

Kemudian, lanjut Asop, pemkab tidak serius menindaklanjuti perencanaan. Pencantuman di RPJMD itu tidak begitu saja, semua berdasarkan perhitungan dan pertimbangan serta kajian sosiologis.

Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP mengakui dalam RPJMD yang disepakati 2015 lalu dengan legislatif kurang tepat pada saat perencanaan. “Kita tidak bisa tepat, dulu kurang tepat pada saat perencanaan awal. Tetapi pemerintah secara umum, kelemahan kita semua. Belum, karena juga ketidak mampuan kita dalam pengadaan lahan dan sebagainya,” katanya.

Ade mengungkapkan tuntutan RPJMD untuk memiliki rumah sakit di lima titik itu sampai dengan hari ini memang kemungkinan tidak akan terealisasi. Tidak tercapainya program RPJMD ini, dikarenakan memang tahapannya cukup lama.

“Pertama pengadaan lahan, kita harus menyusun DED, ketiga rumah sakit itu kan harus ada rintisan minimal dua tahun. Sehingga kalau dihitung di 2020, berarti harus dirintis 2015, sudah harus melaksanakannya,” kata Ade.

Pada kenyataannya, ungkap Ade, pengadaan lahan nya pun belum ada. Sehingga pemkab saat ini beralih ke peningkatan status puskesmas saja. “Kita coba tingkatkan agar pelayanannya mendekati rumah sakit. Kalau harus semua rumah sakit saya kira tidak. Pengadaan lahan juga kan harus dari PAD, PAD kita terbatas,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.