Pembangunan RSU Dewi Sartika di Kawalu Tasik tak Layak Buang Limbah

929
0
Miftah Hurrizqi Ketua Kawalu Institute

KAWALU – Pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe D Dewi Sartika, di Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan memadai di wilayah.

Namun, dari sisi pembangunannya harus memperhatikan aspek-aspek yang menekan gangguan lingkungan.

Baca juga : UBK Kota Tasik Lantik 101 Lulusan Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Ketua Kawalu Institute, Miftah Hurrizqi meminta dalam proses pembangunan rumah sakit tersebut, di mana lokasinya berdekatan dengan Kantor Kecamatan Kawalu, dan berdekatan dengan saluran air.

Pemkot harus bisa memastikan, tidak ada ekses serius dari infrastruktur rumah sakitnya. “Di dekat lokasi, terdapat saluran air sungai kecil. Ketika hujan, di sana sering terjadi banjir. Maka kami meminta proses pembangunannya seideal mungkin menekan risiko gangguan,” ucapnya saat menghubungi Radar, Kamis (17/9).

Menurutnya, hasil analisis dan kajian Kawalu Institute. Di lokasi sekitar, tidak layak dalam membuang limbah.

Apalagi limbah medis yang notabene mengandung bahan berbahaya dan beracun.

“Ini terus menjadi kajian internal kami, waktu dekat akan kita investigasi untuk meninjau secara langsung melihat kondisi yang ada. Sebab, beberapa warga sekitar mengeluhkan dan resah ketika pembangunan sarana prasarana dan penunjang tidak memadai, berdampak terhadap kondisi lingkungan sekitar,” papar mantan aktivis PMII tersebut.

Dia berharap dinas terkait yang menangani proses pembangunannya, dapat menjawab keresahan warga.

Memastikan pembangunan rumah sakit yang harusnya mendekatkan warga dengan fasilitas kesehatan memadai, tetapi di sisi lain tidak berdampak serius terhadap kesehatan lingkungan masyarakat. “Jadi, bukannya membuat warga mudah sehat karena rumahsakitnya dekat. Tetapi malah menimbulkan penyakit baru bagi masyarakat,” harap Miftah.

Sejauh ini, lanjut dia, beberapa warga juga ingin memastikan bahwa pendiriannya benar-benar memperhatikan rekomendasi perizinan yang ditetapkan pemerintah sendiri.

Baca juga : Ulama Tasik Apresiasi BNN dan Polisi Gagalkan Penyelundupan 13 Kg Sabu

Supaya ketika rumah sakit berdiri bisa melayani dengan optimal, dengan infrastruktur layak, aman serta memperhatikan aspek lingkungan. “Mohon ini bisa direspons juga Komisi III sebagai fungsi pengawasan di bidang infrastruktur.

Jangan karena corona, legislatif tidak fokus mengawasi kegiatan-kegiatan di masyarakat yang dilaksanakan eksekutif,” pintanya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.