Pembangunan RSUD Kawali Ciamis Dinilai Asal-asalan

87
0
SIDAK. Ketua Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa melihat kondisi lift yang terlalu kecil apabila digunakan di rumah sakit, pasalnya hanya cukup untuk ranjang pasien saja, Selasa (2/2/2021).
Loading...

CIAMIS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuapaten Ciamis melakukan sidak pembangunan lanjutan RSUD Kawali. Hasilnya banyak yang tidak sesuai dan terkesan asal-asalan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa kepada Radar, Rabu (3/2).

“Iya kami sudah melakukan sidak ke RSUD Kawali pada Selasa sekitar pukul 14.00. Hasilnya benar-benar mengecewakan, karena pembangunan lanjutan RSUD Kawali senilai Rp 32 miliar itu mengecewakan. Kondisinya sangat amburadul dan tidak layak sekali, banyak sekali yang memang tidak sesuai,” katanya.

Hasil temuannya, kata dia, yang belum layak dipergunakan oleh pasien atau keluarganya adalah lift. Pasalnya, dalam lift tersebut hanya cukup untuk tempat tidur pasien saja, sementara pengantar atau perawatnya tidak masuk. Artinya, ukuran lift tidak sesuai dan terlalu kecil untuk digunakan di rumah sakit.

“Masa pasien yang sedang terbaring di ranjang harus masuk dalam lift sendirian. Saya tidak habis pikir bisa seperti itu pembuatannya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, bagian atap juga banyak yang hitam atau seperti bocor, padahal bangunan ini tergolong baru serta masih banyak lagi pengerjaannya yang dinilai kurang layak.

loading...

“Kami menilai pengerjaan ini terlalu dipaksakan cepat selesai, karena saat terakhir sidak Desember 2020  itu sudah mepet. Kemungkinan mengejar target itulah karena takut lewat tahun 2021,  sehingga kondisinya seperti itu,” katanya, menjelaskan.

“Saya menilai sangat berani sekali tim penerima hasil merekomendasikan banguan tersebut, apalagi dinyatakan pembangunan RSUD Kawali ini dianggap selesai,” ucapnya.

Dia pun menyarankan bupati untuk tidak meresmikan RSUD Kawali sebelum adanya perbaikan menyeluruh. Karena banyak yang tidak layak, mengingat bangunan ini untuk fasilitas masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan dari pemerintah.

“Menyikapi hal ini, kami akan segera memanggil dinas terkait serta pihak RSUD Kawali termasuk rekanannya. Hal itu untuk meminta penjelasan mengenai beberapa hal bangunan RSUD yang benar-benar amburadul. Semua harus menjelaskan kenapa bisa sampai seperti itu,” ujarnya, mengeluhkan.

Terpisah Direktur RSUD Kawali Yosi Garniwa membenarkan adanya sidak dari DPRD dalam pembangunan lanjutan bangunan rumah sakit. Namun, waktu itu kebetulan sedang berada di Dinas Kesehatan untuk rapat. Sehingga tidak bisa mendampinginya.

“Pada dasarnya, secara persis apakah bangunan sesuai tidaknya harus dilihat RAB-nya, masalah bangunan kita tidak dilibatkan.

RSUD statusnya masih UPT jadi masih di bawah dinas, KPA, PPK, PPTK masih di dinas. Pihak pemborong pun masih dipegang Dinkes,” ujarnya. (isr)

Baca juga : Sekolah Tatap Muka di Ciamis Belum Bisa Dilaksanakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.