Pembatas Jalan Portabel Jadi Ranjau

103
0
KECELAKAAN. Kondisi kendaraan yang menabrak pembatas jalan portabel Perempatan Panyingkiran Desa Cibenda Kecamatan Parigi kemarin.

PARIGI – Pembatas jalan portabel (barrier portable) di Perempatan Panyingkiran Desa Cibenda Kecamatan Parigi terus merenggut korban. Dalam semalam ada dua kendaraan yang kecelakaan akibat menabrak barrier tersebut.
Sri Mulyati, warga setempat mengatakan dari pukul 22.00-00.35 sudah terjadi dua mobil menabrak pembatas jalan portabel. “Terakhir sekitar pukul setengah satu malam, mobil minibus nabrak pembatas jalan langsung terjungkal. Penumpangnya tiga orang luka-luka. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkapnya kepada Radar, kemarin(29/10).
Pembatas jalan portabel yang dipasang di badan jalan tersebut, kata dia, kerap dikeluhkan warga. Namun tidak berani memindahkannya. “Kalau jalannya lebar dan penerangannya baik sih gak apa-apa. Boleh ditaruh pembatas jalan macam begitu. Tapi ini sudah jalannya sempit, kondisinya minim penerangan, jelas gak kelihatan,” papar dia.
Dia menerangkan kejadian kecelakaan juga kerap terjadi sebelumnya. “Waktu Idul Fitri juga beberapa mobil dan sepeda motor kecelakaan di situ gara-gara nabrak pembatas jalan,” tutur dia.
Menurutnya, penempatan pembatasan jalan portabel di jalan nasional perlu dikaji ulang mengingat trafik arus lalu lintas yang padat. “Banyak kendaraan bukan warga sekitar. Jadi mereka gak akan tahu ada pembatas jalan di situ. Kalau warga sini mungkin sudah tahu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran Haryono mengatakan pemasangan pembatas jalan portabel di simpang Panyingkiran dilakukan agar pengendara berhati-hati.
“Jangan sampai kendaraan dari arah Cintaratu nyeruduk langsung masuk jalan nasional. Di mana disimpan rambu-rambu berarti pengendara harus hati-hati,” ungkapnya. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.