Pembatasan Jam Malam di Pusat Pertokoan Kota Tasik Upaya Tekan Sebaran Covid-19

537
0
radartasikmalaya.com
Suasana malam hari di pusat pertokoan Kota Tasik, Jumat (02/10) malam pukul 20.00 WIB sudah sepi. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya telah memberlakukan pembatasan kegiatan pada jam malam, sejak Selasa (29/09) lalu.

Selama dua pekan ke depan, seluruh kegiatan ekonomi, seni, budaya, di kota itu mesti berhenti pada pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan pantauan radartasikmalaya.com di kawasan pusat pertokoan di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Jumat (02/10) pukul 20.00, hampir seluruh aktivitas para pedagang di kawasan kota atau pertokoan sudah berhenti.

Kawasan yang biasanya menjadi pusat keramaian di Kota Resik itu menjadi layaknya kawasan mati.

Tak ada aktivitas jual beli atau hilir mudik pejalan kaki. Hanya kendaraan yang melintas di jalan satu arah tersebut.

Petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya juga terus berkeliling. Toko-toko atau pedagang kaki lima yang kedapatan masih beraktivitas, disuruh menutup usahanya.

“Kita keliling untuk melakukan penindakan yang tidak menggunakan masker dan sosialisasi berlakunya jam malam. Toko-toko atau usaha lainnya yang masih beraktivitas, kita suruh tutup,” ujar Perwira Pengendali (Padal) tim yang bertugas itu, Kapten Chb Agus Rakhmat kepada wartawan.

Ia menerangkan, aturan itu telah disetujui oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yaitu Wali Kota Tasikmalaya. Pembatasan kegiatan pada malam hari akan berlaku hingga 12 Oktober 2020.

Sesuai Surat Edaran (SE) tentang Pembatasan Kegiatan Peningkatan dalam Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penularan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, seluruh kegiatan publik dibatasi hanya pada pukul 06.00 – 20.00 WIB.

Kegiatan publik yang mendapat pengecualian hanya fasilitas dan tenaga kesehatan, institusi/kesatuan dan petugas keamanan, serta SPBU, hotel, dan pasar malam di Cikurubuk.

Salah seorang pedagang buah di Jalan KHZ Mustofa, Andi Rahman (38) mengaku telah mengetahui mengenai adanya “jam malam” tersebut. Karena itu, ia berinisiatif menutup usahanya lebih cepat.

“Mau tak mau ya jam 8 malam kami harus tutup berjualannya,” tuturnya.

Berlakunya pembatasan kegiatan pada malam hari tentu memberatkan para pedagang, khususnya yang berada di kawasan KHZ Mustofa, termasuk Andi.

Sebab, pada malam hari biasanya masih banyak orang yang datang untuk membeli barang dagangannya.

Menurut dia, kawasan HZ Mustofa, sebelumnya baru benar-benar sepi pada pukul 23.00 WIB. Namun, saat ini sudah sepi tak berselang lama sejak azan Isya berkumandang.

“Seperti kawasan mati saja. Jadi saya juga ikutan tutup,” keluh lelaki yang sudah 22 tahun berjualan buah itu.

Berlakunya pembatasan itu juga membuat penghasilannya berkurang. Ia mengatakan, pada hari-hari sebelumnya ia bisa mendapat penghasilan mencapai Rp 100 ribu. Namun, sejak kemarin penghasilannya berkurang 50 persen.

(rezza rizaldi)

Berita terkait :

Positif Covid-19 di Kota Tasik Tambah 2 Kasus, 10 Ambulans Konvoi Bawa 40 Pasien ke Rusunwa

Positif Covid-19 Membludak, 2 Hotel di Kota Tasik Bakal Dipake Ruang Isolasi

INNALILLAHI.. Sore Ini, Kasus Positif di Kota Tasik Nambah Lagi 13 Warga, Sehari 53 Kasus

PARAH! Hari Ini Nambah Lagi 40 Warga Kota Tasik Positif Covid-19

Kasus Corona di Kota Tasik Naik Terus, Pemprov Bantu 10 Ribu Alat Rapid Test

Kasus Covid-19 di Kota Tasik Nambah Lagi 4 Orang, 33 Diisolasi di Rusunawa 48 di RSUD

Kota Tasik Kewalahan, Wagub Uu Minta Pemerintah Pusat Segera Cairkan Anggaran Covid-19

Pasien Covied-19 Melonjak, Pemkot Tasik Kekurangan Dana & Tenaga Medis

Kasus Corona di Kota Tasik Terus Nambah, Ini Gedung-Gedung yang Bakal Dipake Ruang Isolasi

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.