Pembawa dan Pembakar Bendera Divonis 10 Hari

16
VONIS. Majelis hakim membacakan putusan terhadap US pada sidang tipiring di PN Garut Senin (5/11). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Tiga orang yang merupakan pembakar dan pembawa bendera bertuliskan tauhid pada acara Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Limbanagan divonis 10 hari penjara dan denda Rp 2.000.

“Para terdakwa telah melanggar pasal 174 KUH Pidana karena mengganggu ketertiban dan rapat umum,” ujar majelis hakim Hasanuddin saat pembacaan vonis sidang tindak pidana ringan (tipiring) pembakar bendera di Pengadilan Negeri (PN) Garut Senin (5/11).

Berdasarkan pantauan Rakyat Garut, sidang Tipiring dipimpin hakim tunggal. Sedangkan penuntut umum berasal dari penyidik Polda Jabar. Dalam sidang pertama yakni mendengarkan keterangan dari terdakwa FM dan Ma, pelaku pembakaran.

Sedangkan sidang kedua mendengarkan keterangan dari terdakwa pembawa bendera, US. Masing-masing sidang didatangkan 10 orang saksi yang berasal dari anggota Polres Garut, panitia HSN dan peserta HSN.

Dalam keterangannya, terdakwa FM dan Ma mengakui telah membakar bendera. Kedua terdakwa menyebut jika pembakaran tersebut dilakukan karena dianggap sebagai bendera terlarang.

“Saya sebagai keamanan waktu HSN. Lalu lihat saudara U mengibarkan bendera. Sesuai kesepakatan panitia, tak boleh ada bendera lain, selain bendera merah putih, jadi saya amankan,” ujar Faisal kepada majelis hakim saat persidangan kemarin.

Dalam aksinya, dia mengaku spontan melakukan pembakaran. Ia bersama Ma membakar bendera setelah upacara HSN berlangsung. “Bendera kami bakar karena takut disalahgunakan,” katanya.

Sementara itu, dalam sidang kedua terdakwa pembawa bendera US mengaku bendera yang dibawanya saat HSN di Limbangan itu merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Saya beli itu di facebook seharga Rp 35 ribu sebulan sebelum HSN. Tadinya untuk dipajang di kamar saja,” terangnya.

US mengaku membawa bendera ke acara HSN karena ingin memeriahkan saja. “Tidak ada maksud dan niatan untuk membuat gaduh. Saya ingin memeriahkan saja,” terangnya.

Humas PN Garut Endratno Rajamai menyebut ketiga terdakwa telah menerima putusan hakim. Ketiga terdakwa pun langsung dieksekusi untuk segera menjalani masa hukuman.

“Ketiganya sudah menerima putusan hakim dengan pidana penjara selama 10 hari,” ujarnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.