Pembeli Kaget Harga Ayam Meroket

40
SIDAK. Sekda Kota Banjar Ade Setiana dan Kapolres Banjar AKBP Matrius saat sidak ke pasar Kamis (20/12). (cecep herdi / radar tasikmalaya.com)

BANJAR – Pembeli di Pasar Subuh atau Pasar Sayuran dan Ikan Kota Banjar mengaku kaget karena beberapa komoditas bahan pokok mulai mengalami kenaikan.

Daging ayam potong misalnya, dari bisanya harga per kilogram Rp 28 ribu, kini tak bisa kurang dari Rp 38 ribu.

“Secara pribadi keberatan dengan mahalnya harga daging ayam ini karena mendadak naiknya hingga selisih Rp 10 ribu per kilo. Tapi karena kebutuhan, ya mau gimana lagi,” ujar Dede, salah seorang pembeli di Pasar Induk Kota Banjar Kamis (20/12).

Esih, salah seorang pedagang ayam potong mengatakan kenaikan harga baru terjadi kemarin. Hal itu diduga akibat kiriman ayam potong mulai sulit dari pemasok.

“Harganya sakarang Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kilo. Stoknya sedikit. Dari beberapa tahun ke belakang saat menjelang Natal dan Tahun Baru, tahun ini harga ayam potong paling tinggi naiknya sampai Rp 10 ribu per kilo kenaikannya,” kata dia.

Meski terjadi kenaikan, permintaan dari pembeli tetap. “Per hari bisa mencapai 50 kilogram lebih,” kata Esih.

Selain ayam potong, beberapa komoditas lainnya juga ikut naik, seperti telur. Begitu juga dengan cabai rawit, cabai hijau dan cabai merah.

Rohendi, salah satu pedagang sayuran mengaku harga cabai rawit merah naik dari Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 38 ribu perkilogramnya.

Sedangkan cabai hijau naik Rp 2 ribu per kilogram, cabai merah biasa dari Rp 20 kini menjadi Rp 22 ribu per kilogramnya.

“Stok dari pemasuknya kurang jadi harga naik, rebutan dengan pedagang lain karena dipasoknya sedikit,” kata dia.

Meroketnya beberapa kebutuhan pokok di Kota Banjar dipantau Tim Satgas Pangan yang terdiri dari polisi dan Pemerintah Kota Banjar.

Kapolres Banjar AKBP Matrius mengatakan hanya dua komoditas yang mengalami kenaikan, yakni ayam potong dan telur ayam.

”Yang lainnya normal. Kita terus memantau perkembangan harga-harga pangan ini. Jika ada indikasi penimbunan sehingga mengakibatkan harga bahan pokok di luar kewajaran maka akan kita tindak, ancamannya pidana,” kata Matrius. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.