Pembelian Sarung Rp2,7 M Diklaim untuk Bahagiakan Rakyat Kabupaten Tasik

451
1
H Demi Hamzah Rahadian SH MH

SINGAPARNA – Anggaran pengadaan sarung senilai Rp 2,7 miliar di Bagian Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya tidak masuk realokasi untuk penanganan wabah virus corona.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH saat dihubungi Radar, Senin (4/5).

Berita terkait : KNPI Kabupaten Tasik Minta Anggaran Beli Sarung Rp2,7 M Dibatalkan

Demi mengatakan, sepengetahuannya tidak ada realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 dari pengadaan sarung dengan angka Rp 2,7 miliar.

“Refocusing atau pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19 itu adalah anggaran yang tidak menyentuh kepentingan rakyat seperti kunjungan kerja, rapat, pengadaan kendaraan atau makan minum. Kalau pengadaan sarung sepengetahuan kita tidak ada (tidak masuk refocusing, Red), karena itu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya

Menurut dia, soal pengadaan sarung ini, sebetulnya tidak harus dipermasalahkan. Karena memang di tahun-tahun sebelumnya pemerintah daerah selalu menganggarkannya sebagai bentuk perhatian pada momen Idul Fitri kepada masyarakat.

Berita terkait : Proyek Beli Sarung Rp2,7 M Dibatalkan Pemkab Tasik, Digeser Penanganan Covid-19

“Untuk membahagiakan rakyat sejatinya. Niat baik pemerintah membahagiakan masyarakat, karena pemberian sarung ini menjaga tradisi masyarakat kita. Di masa lebaran identik dengan sarung, kelompok santri di kita, banyak pesantren dan kiai. Visi dan misi sudah jelas religius islami 1.000 pesantren,” ujarnya.

Loading...

“Jadi yang dipermasalahkan apa, karena anggaran pengadaan sarung ini sudah direncanakan dan diusulkan di 2019, realisasinya 2020, bukan ketika ada Covid-19 baru diusulkan,” sambung Demi.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aang Budiana SAg mengatakan, memang proses perencanaan dan pengadaan sarung dilaksanakan pada 2019 lalu.

“Usulan dan perencanaan 2019, tetapi realisasinya pada konteks dengan kondisi Covid-19 sekarang di 2020. Ketika pemerintah daerah dituntut oleh pusat untuk refocusing atau pengalihan anggaran,” kata Aang.

Aang menambahkan, jika memang pengadaan sarung sudah akan direalisasikan kemudian masuk LPSE dan sasaran pemberiannya sudah ditetapkan, dewan meminta ada perhatian atau etika sosial di masyarakat.

“Penanganan Covid-19 hak pemerintah, tapi ada baiknya kalau sedikit anggaran dialihkan untuk dampak Covid-19. Kalau sudah terlanjur diatur, bisa dengan sasaran pemberiannya diubah ke masyarakat yang terdampak,” papar dia.

Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Muksin SH MH mengaku kurang begitu mengetahui soal kebijakan realokasi anggaran pengadaan sarung masuk atau tidak. “Itu ranahnya kebijakan,” ungkap Muksin.

Namun, setahu dirinya memang refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 itu bukan anggaran yang menyentuh langsung ke masyarakat, melainkan realokasi dari anggaran lainnya.

Baca juga : Puluhan Ribu Sembako Terus-terusan Dibagikan ke Warga Kabupaten Tasik Oleh Keluarga Ini..

Sementara itu, saat dikonfirmasi apakah anggaran pengadaan sarung direalokasi untuk penanganan Covid-19.

Sekda Kabupaten Tasikmalaya Moh Zen mengatakan semua anggaran dicadangkan untuk penanganan pandemi.

“Semua anggaran kegiatan sudah masuk dana cadangan penanganan Covid-19, karena kita belum tahu kapan Covid-19 berakhir,” katanya. (dik)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. meski ngak tahu kebagian atau tidak tuh sarung, sarung tahun kemarin juga masih ada dan bagus. sekarang bukan butuh sarung tapi SEMBAKO. Ini takkan bisa dihindari dan dan dipungkiri,..rakyat tasik lapar butuh angan, apalagi setelah PSBB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.