Pembentukan Daerah Persiapan Disetujui, 15 Kecamatan Akan Gabung di Garsela

192
0
istimewa. RAPAT PARIPURNA. Bupati Garut H Rudy Gunawan melaksanakan penandatanganan kesepakatan pembentukan daerah persiapan Garut Selatan.
istimewa. RAPAT PARIPURNA. Bupati Garut H Rudy Gunawan melaksanakan penandatanganan kesepakatan pembentukan daerah persiapan Garut Selatan.

TAROGONG KIDUL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut sudah menyetujui pembentukan daerah persiapan Garut Selatan (Garsela). Menurut Wakil Ketua DPRD Garut Enan, persetujuan itu diambil saat sidang paripurna akhir Desember 2019.

Menurut dia, sidang paripurna yang membahas daerah persiapan itu bagian penting dalam persiapan pembentukan daerah baru Garut Selatan.

“Jadi pas pencabutan moratorium dilakukan, kita tinggal running, sebab seluruhnya sudah disiapkan di daerah,” ujarnya Kamis (2/1).

Dia menyebut sebelumnya ada 16 kecamatan yang akan bergabung Garsela. Namun berdasarkan hasil pembaharuan data, hanya 15 kecamatan dengan 129 desa yang masuk wilayah Garsela.

“Yang nolak gabung ke Garut Selatan itu hanya Kecamatan Cikajang. Dari sembilan desa yang ada, hanya tiga desa setuju gabung. Jadi diputuskan Cikajang tidak bergabung,” ujarnya.

Dikatakannya, 15 kecamatan yang akan bergabung itu yakni Kecamatan Banjarwangi, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cihurip, Cikelet, Cisewu, Cisompet, Mekarmukti, Pakenjeng, Pamulihan, Pamengpeuk, Pendeuy, Singajaya dan Talegong.

Enan menerangkan setelah proses persiapan pembentukan tingkat kabupaten rampung, dilanjutkan pembahasan tingkat provinsi, termasuk pengesahan dalam sidang paripurna tingkat provinsi. “Ada ranah yang menjadi kewenangan provinsi seperti jumlah penduduk,” ujarnya.

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan setelah keputusan disahkan, pihaknya segera menyiapkan sejumlah persiapan pembentukan daerah baru. Menurutnya, keputusan rencana pemekaran merupakan hasil kerja keras seluruh pihak.

“Terutama kepada 50 anggota dewan bersama pemda yang sungguh-sungguh mempersiapkan pembentukan Kabupaten Garut Selatan,” ujarnya.

Mendukung rencana tersebut, pihaknya bakal menyiapkan bantuan anggaran hingga Rp 15 miliar per tahun selama tiga tahun, termasuk penyiapan aparatur sipil negara (ASN).

Kemudian, rencana penyerahan aset milik Pemkab Garut yang totalnya mencapai Rp 867 miliar lebih yang tersebar di 15 kecamatan. “Kita pun akan serahkan berikut dokumen-dokumen pendukung lainnya,” ujarnya.

Dewan Pembina Presidium Garut Selatan Suryaman Anang mengatakan sidang paripurna persiapan pemekaran merupakan kali kedua sejak digelar tahun 2013.

“Sekarang sudah update data sesuai dengan regulasi yang ditentukan oleh Kemendagri,” ujar dia.

Meskipun demikian, dia mengaku belum mengetahui kapan Garsela menjadi DOB. “Belum ada kejelasan kapan akan dicabut (moratorium) oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Menurutnya, desakan pembentukan DOB Garut Selatan bukan hal baru dan merupakan harapan masyarakat sejak lama. “Sekarang tinggal di paripurnakan lagi oleh DPRD Jabar,” kata dia.

Ketua Umum Presidium Garut Selatan Gunawan Undang menambahkan sidang paripurna kali ini merupakan jawaban atas beberapa perubahan sesuai aturan yang berlaku.

“DPRD dan bupati sudah menyetujui terhadap pembentukan daerah persiapan Kabupaten Garut Selatan,” kata dia.

Sebelumnya pada 2013 lalu, kata dia, DPRD Garut melakukan penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 32. Sedangkan sidang kali ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia optimis pembentukan DOB Garut Selatan bakal berlangsung lancar. “Selain dari Pemda Garut, belum lagi ditambah dana dari provinsi dan pemerintah pusat nanti,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.