Pembuang Sampah Dirazia

233
0
BERI SANKSI. Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya merazia dan memberi sanksi bagi pembuang sampah sembarangan di Jalan Letnan Kolonel RE Djaelani, Kamis (4/1).

CIHIDEUNG – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Tasikmalaya merazia warga yang membuang sampah di Jalan Letkol RE Djaelani Kecamatan Cihideung, Kamis (4/1). Razia tersebut berdasarkan laporan masyarakat dengan banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan.
Yang terkena razia, warga diberikan sanksi langsung di tempat. Mereka diminta membawa kembali sampah yang dibuangnya. Ditambah sampah tambahan sebagai bentuk sanksi sosial kepada warga tersebut.
Tidak hanya diberikan sanksi, warga yang terkena razia juga didata dan diminta menunjukan identitasnya.
Kasi Trantibum Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Hendih Junaedi mengatakan, langkah ini sebagai bentuk early warning sebelum aparat penegak perda memberi sanksi tegas atas pelanggaran tersebut. Warga dan personel Satpol PP bergantian untuk berjaga di jalur sekitar 200 meter yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Sebab, baik kanan maupun kiri jalan, tidak terdapat pemukiman warga, sehingga sulit terkontrol dan menjadi kebiasaan sejak lama dijadikan area buang sampah secara bebas. “Bagi yang buang sampah satu kantong plastik (tertangkap basah, Red) di sana, kita denda dia harus membawa pulang empat kantong plastik. Kami bergantian dengan warga sekitar untuk mengawasi para pembuang sampah sembarangan,” ujar kepada Radar, kemarin (4/1).
Hendih menambahkan, aksi kenakan denda bersama warga itu, akan terus dilakukan sebagai bentuk pembinaan awal. Ke depannya, Satpol PP menyiapkan mekanisme agar pelanggar bisa dikenai tipiring. Sebab, dihitung-hitung hampir lima menit sekali warga yang sengaja lewat jalur itu hanya untuk membuang sampah. “Kita juga berterimakasih adanya partisipasi tokoh masyarakat yang bekerjasama melakukan penertiban ini. Mulai dari Dede Ocih, Ust Syamsuri dan Nanang Nurjamil,” jelasnya.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera. Sekaligus sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Upaya ini menindaklanjuti keresahan warga Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung, pasalnya tumpukan sampah tersebut dinilai mengganggu serta membuat tidak nyaman perkotaan. “Kita sepakat dengan warga sekitar untuk memberlakukan denda tersebut. Sekaligus sosialisasi lagi perda pengelolaan sampah. Kalau mau saklek, buang sampah sembarangan itu dendanya Rp 50 juta atau kurungan minimal 3 bulan,” terangnya.
Pihaknya akan terus melakukan penjagaan dan patroli. Disamping warga setempat juga turut mendukung lewat pembagian piket dalam memantau pembuang sampah. Dia menjelaskan, biasanya aksi buang sampah di jalur tersebut dilakukan mulai dari pukul 03.00 dini hari sampai siang sekitar pukul 10.00. “Tadi saat kami lakukan penindakan, kami cek KTP mereka. Mayoritas warga sekitaran Cihideung. Ada juga dari Karangresik perbatasan Ciamis. Pelanggarnya beragam mulai dari pengguna sepeda sampai mobil (yang langsung melemparkan sampah tersebut, Red). Kalangan muda sampai orang tua,” papar dia.
Hendih menambahkan, aksi kenakan denda bersama warga itu, akan terus dilakukan sebagai bentuk pembinaan awal. Ke depannya, Satpol PP menyiapkan mekanisme agar pelanggar bisa dikenai tipiring. Sebab, dihitung-hitung hampir lima menit sekali warga yang sengaja lewat jalur itu hanya untuk membuang sampah. “Kita juga berterimakasih adanya partisipasi tokoh masyarakat yang bekerjasama melakukan penertiban ini. Mulai dari Dede Ocih, Ust Syamsuri dan Nanang Nurjamil,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya Dudi Mulyadi menjelaskan sanksi sosial yang dilakukan warga, Satpol PP dan DLH diupayakan bisa dilakukan dengan maksimal. Apalagi adanya tenaga dari para tokoh setempat yang peduli terhadap kondisi lingkungan. “Kita harap ke depannya tidak perlu ada regulasi buang sampah itu didenda. Lewat sanksi sosial seperti ini nampaknya lebih mampu memicu kesadaran,” ungkapnya.
Dudi menceritakan kalaupun masyarakat hendak membuang sampah di kawasan Cikurubuk, pihaknya sudah menyediakan depo dan bak sampah. Sehingga tidak perlu lagi buang di TPS liar tersebut. “Maka dari itu, personel kami diturunkan beberapa kali ke jalur itu pun tidak akan bersih. Bisa dilihat tadi pelanggar bergantian setiap 5 menit sekali orang buang sampah di sana,” keluhnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.