Pembuat Punya Tempat Rahasia

127
0

H Oding Rohendi (66), pemilik tempat yang dijadikan pabrik obat terlarang mengaku ti­dak mengetahui alasan aparat menggerebek dan me­masang garis polisi di bangunan miliknya.

Namun, kemungkinan berkaitan dengan adanya ruangan eksklusif atau rahasia yang disediakan penyewa tempat.

“Ada satu ruangan dijadikan tempat rahasia di sana. Dan tidak semua pekerja sumpit boleh masuk. Bahkan saya sendiri (pemilik bangunan, Red) tidak diperkenankan masuk oleh penyewa ke tempat rahasia itu,” ujarnya kepada wartawan.

H Oding menceritakan bangunan yang dimilikinya tersebut, sebelumnya digunakan untuk tempat pembuatan sapu ijuk. Tetapi sekitar dua tahun yang lalu, ada orang Cilacap bernama Johan ingin menyewanya untuk dijadikan pabrik sumpit. “Sekarang enggak tahu orangnya lagi di mana,” ungkapnya.

Bangunan yang miliknya itu, kata H Oding, disewa untuk lima tahun. Dengan jumlah pekerja pembuat sumpit sebanyak 20 orang. “Saya juga pernah masuk, tapi betul ada pembuatan sumpit,” terangnya.

Untuk itu, dia pun kaget ketika aparat menggerebek bangunan miliknya. “Sempat curiga, saya kira mereka penculik. Karena beberapa hari terakhir saya melihat orang mencurigakan berkeliaran di sekitar pabrik sumpit,” ujarnya.

Menurutnya, sampai bangunan digeledah aparat, dirinya masih belum diberi informasi apa yang menjadi permasalahannya. H Oding pun tidak diperbolehkan untuk melintas garis polisi. “Saya juga hanya bisa nonton saja, karena enggak dibolehin masuk,” paparnya.

Pabrik pembuatan sumpit sendiri bertempat di belakang bangunan rumah. Dengan akses masuk melalui pintu gerbang di samping, sehingga pekerja tidak melewati bangunan rumah.

Terkait dua orang yang diamankan oleh petugas, H Oding mengaku tidak begitu mengenalinya. Namun salah satunya yakni MJP (24), itu pun hanya tahu sebatas panggilan saja. “Kalau yang satu Mas J, kalau satu lagi saya enggak tahu,” tandasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.