Pembuatan Patung Jokowi di NTT Dikecam

91

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

FIN.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemerintah ingin membangun patung Presiden joko Widodo di Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kritikan.  Sosok Jokowi belum layak untuk dibuatkan patung karena belum mempunyai jasa yang konkret untuk negara.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan pendirian dan pembangunan patung biasanya untuk mengenang seseorang yang banyak berjasa bagi negara. Dan umumnya pembuatan patung diberikan bagi mereka yang sudah meninggal.

“Nah Pak Jokowi itu jasanya apa. Pak SBY yang dua periode menjadi pemimpin tidak ingin dibuatkan patung kok,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kepada Fajar Indonesia Network (FIN) melalui sambungan telepon, Minggu (7/10).

Dia juga mengatakan presiden yang masih hidup selain SBY ada juga Megawati yang tidak ingin membangun patung dirinya.

“Selain SBY ada juga Megawati yang tidak meminta dibuatkan patung dirinya,” katanya.

Dia menegaskan selama pemerintahan Jokowi, tidak ada prestasinya yang bisa dibanggakan selain masalah dan masalah.

“Kalau memang Jokowi itu sosok yang besar tentu dia akan menolak patung dirinya di bangun di NTT. Karena pembangunan patung itu justru menunjukkan pamrih dan jelas kebangetan,” tandasnya.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah juga angkat bicara tentang rencana Kementerian Pariwisata yang ingin membangun Patung Joko Widodo di NTT.

Menurut Fahri, pembuatan patung seseorang itu disebabkan adanya peran yang begitu besar bagi bangsa dan negara.

Politisi asal PKS ini mencontohkan sosok Presiden Soekarno yang dibuatkan patungnya karena dibuang terlalu lama di Ende, NTT.

“Bung Karno itu dibuang ke Ende selama 4 tahun. Setelah dari Ende dibuang ke Bengkulu. Seharusnya di Ende itu patung Bung Karno bisa menjadi Monumen Nasional,” katanya Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kepada FIN melalui pesan di Whatsapp, Minggu (7/10).

Fahri menambahkan sangat disayangkan sekali patung-patung Bung Karno itu yang dinilai sebagai museum atau monumen kini terlihat usang.

“Sayangnya museum dan monumen-monumen beliau itu kini terlihat usang. Saat ditanya kenapa usang karena tidak ada biaya pemeliharaannya,” kata Fahri.

Oleh karenanya Fahri menegaskan tidak perlu untuk membangun patung Joko Widodo di NTT.

Sementara itu Kepala Biro Humas Kementrian Pariwisata, Guntur Sakti menjelaskan rencana pembuatan patung presiden ke enam itu sebagai daya tarik wisata di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur. Dia menambahkan rencana pendirian patung tersebut merupakan keinginan dari masyarakat setempat.

“(Itu) keinginan dari kepala desa dan masyarakat setempat termasuk Pak Bupati. Jadi untuk memperkuat positioningnya destinasi digital yang sedang mereka bangun itu. Selain ada pohon asam Pak Jokowi, mereka ingin juga menghadirkan (patung) Pak Jokowi untuk menjadi daya tarik orang ingin datang ke sana,” kata Guntur.

(NAL/FIN)

loading...