Pembubaran PD Pasar Resik Disahkan Akhir Januari

52
Dede Muharam

INDIHIANG – Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembubaran Perusahaan Daerah (PD) Pasar Resik akan disahkan menjadi peraturan daerah (perda) pada sidang paripurna akhir Januari. Setelah regulasi ini diundangkan, pengalihan pengelolaan pasar tradisional dari PD Pasar Resik ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) akan dijalankan.

“Hasil rapat pansus (panitia khusus) terakhir, rencananya 28 Januari ini, perda pembubaran diparipurnakan. Saat ini sudah mendekati final,” ujar anggota Pansus Raperda Pembubaran PD Pasar Resik Dede Muharam, Jumat (11/1).

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya itu, masa peralihan pengelolaan pasar tradisional itu akan berlangsung selama enam bulan atau hingga Juli. Dia meminta pemerintah kota (pemkot) segera menyiapkan segala kebutuhannya. “Memang saat public hearing, PD Pasar Resik ingin masa transisi dipercepat selama tiga bulan, tetapi itu hal yang tidak mungkin. Namun, pemkot jangan berleha-leha sebab banyak langkah dan tahapan yang harus dikerjakan,” bebernya.

Dede menyebutkan pada klausul perda tersebut terdapat pembatasan kewenangan Direksi PD Pasar Resik dalam menentukan kebijakan strategis. Otomatis, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM-Perindag) harus kerja ekstra menangani hal-hal yang tidak lagi bisa dilaksanakan jajaran direksi. “Di sini yang harus jadi perhatian, jangan sampai pengelola pasar setelah PD Pasar Resik bubar mewarisi persoalan yang sebetulnya bisa dicicil dari sekarang untuk diselesaikan,” ujar dia.

Politisi PKS itu mencontohkan polemik Pasar Awipari yang belakang menjadi perhatian publik. Dia berharap ada solusi yang tepat dalam menangani protes warga Kudang Kaler Kelurahan Margabakti Kecamatan Cibeureum. “Eloknya dari sekarang diinventarisir persoalan-persoalan yang bisa ditangani secepatnya. Ketika pengelola baru dibentuk dan bertugas, tinggal memikirkan misalnya peningkatan PAD, pemeliharaan pasar terutama Pasar Pancasila yang sudah memprihatinkan kondisinya,” pinta Dede. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.