Pembunuh Janda Terancam Drop Out

1975
0
Loading...

TASIK – Pelaku pembunuhan Oon Saonah (32) alias Ica, tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di Poltekes Kemenkes Tasikmalaya. Namun pihak perguruan tinggi belum bisa memastikan mahasiswanya merupakan otak pelaku pembunuhan.

Kasus pembunuhan seorang janda muda di Hotel Daya Grand pada 6 Maret lalu menjadi sorotan publik. Terlebih pelaku berinisial RFH (22) merupakan mahasiswa yang telah dinyatakan tersangka oleh Polres Tasikmalaya Kota.

Wadir III Kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dedi Setiadi MKes mengatakan nama RFH tercatat di daftar mahasiswanya. Namun pihaknya belum bisa memastikan, karena khawatir ada kesamaan identitas saja. “Kami harus memastikannya terlebih dahulu,” ungkapnya saat ditemui Radar di tempat kerjanya, Rabu (27/3).

Mahasiswa dengan nama tersebut, kata dia, saat ini sedang menjalankan program praktik kerja lapangan. Akan tetapi, sejak tanggal 15 Maret, RFH absen tanpa keterangan yang jelas kepada pembimbingnya.

“Kami belum tahu keberadaan dia (RFH) di mana,” ungkapnya.

Loading...

Menurut Dedi, pihak kampus akan melakukan konfirmasi kepada orang tua mahasiswa bersangkutan. Sehingga bisa dipastikan alasan RFH tidak mengikuti praktik sebagaimana program perkuliahan dari kampus. “Kami akan mencari informasi lebih lanjut kepada orang tua yang bersangkutan,” katanya.

Ketika RFH yang ditangkap polisi sama dengan nama mahasiswanya, maka pihak kampus akan melakukan tindakan tegas. “Tidak menutup kemungkinan pihak kampus akan mengeluarkan mahasiswa tersebut (drop out). Karena perbuatan asusila, pidana atau kriminal sudah jelas bukan sifat dari calon tenaga kesehatan,” tuturnya.

Ketua Bidang Mahasiswa dan Kepemudaan HMI Tasikmalaya Yoga Ahmad Fauzi menyesalkan adanya mahasiswa terlibat kasus pembunuhan. Justru seharusnya, dia menjadi orang atau kelompok yang menyelamatkan dan memperjuangkan hak masyarakat. “Bukan malah mencelakakan warga, terlebih sampai menghilangkan nyawa,” katanya.

Menurutnya, pelaku merupakan mahasiswa yang tidak aktif dalam berorganisasi. Sehingga dia tidak terlatih mencari dan menemukan solusi ketika mendapatkan permasalahan. “Saya kira kalau dia aktif berorganisasi, tidak akan kejadian seperti itu,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Tasikmalaya Kota membeberkan kasus dugaan pembunuhan kepada Oon Saonah (32) alias Ica yang dilakukan RFH (22) di Hotel Daya Grand Rabu 6 Maret 2019. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena enggan meminjamkan uang.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK SH mengungkapkan pelaku merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan di Kota Tasikmalaya. Dia berasal dari Desa Singkir Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya “Pelaku punya hubungan dekat dengan korban,” ungkapnya saat ekspos di Mapolresta Tasikmalaya, Selasa (26/3).

Sebelum membunuh Ica, kata Febry, RFH meminjam uang sebesar Rp 4 juta, namun Ica enggan memberikan. Kemudian RFH nekat mencekik leher korban hingga akhirnya Ica kehilangan nyawa.

Untuk menghapus sidik jarinya, RFH mencuci bagian leher korban dengan air yang diambil dari toilet kamar hotel. “Untuk menghapus jejak, dia bersihkan pakai air,” kata Febry.

Jenazah korban yang terbaring di kasur langsung ditutupi selimut dan bantal. Sebelum pergi, RFH mengambil uang sebesar Rp 70 juta yang disimpan di dalam tas milik korban. “Sebagian sudah dipakai, sebagian lagi dia simpan,” ujarnya.

Menurut Febry, kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan petunjuk penyelidikan yang mengarah kepada RFH. Setelah tiga minggu pencarian, RFH ditangkap di wilayah Kecamatan Indihiang beberapa saat setelah turun dari bus pada Jumat (22/3). (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.