Pemdes Janggala Kabupaten Tasik Berdayakan Masyarakat Disaat Pandemi

37
0
DEMO MASAK. Pemerintah Desa Janggala Kecamatan Sukaraja menggelar demo masak bagi warga dan ibu-ibu PKK, Jumat (16/10). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SUKARAJA – Dalam meningkatkan taraf ekonomi di rumah tangga selama pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Janggala Kecamatan Sukaraja menyelenggarakan demo masak bagi TP PKK, Posyandu dan warga sekitar, Jumat (16/10).

Kepala Desa Janggala Asep Ahmad Kastoyo mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dengan mendatangkan chef Ranu dari Jakarta untuk memberikan teknik-teknik cara pembuatan makanan rumahan.

Baca juga : Kursi & Meja Rotan Sintetis Produk Lapas Tasik Dipesan Hotel dan Perkantoran

“Kami ingin mendidik ibu-ibu rumah tangga agar bertambah keilmuannya dalam teknik masak-memasak. Saya ingin yang tadinya makanan tradisional biasa dikonsumsi dari bahan yang sederhana, menjadi sesuatu yang luar biasa.

Sehingga mendatangkan nilai jual,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Asep mengapresiasi para peserta yang  cukup antusias, karena mungkin ibu-ibu sudah terbiasa masak.

Namun dalam teknik atau menciptakan inovasi baru dalam makanan masih kurang. Maka dari itu mendatangkan chef untuk menambah wawasan dan ilmunya.

Dalam kondisi Covid-19 ini, Asep meminta kepada warganya agar jangan terlalu terbawa suasana. Selama mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah, kegiatan tetap bisa berjalan.

“Yang paling utama adalah semua tetap sehat,” katanya.
Kata dia, kegiatan ini sebetulnya merupakan usulan para ibu, apalagi mayoritas dalam urusan masak memasak itu merupakan ibu-ibu. Makanya mungkin ke depan akan mengadakan acara lain selain masak.

“Harapannya mudah-mudahan ibu-ibu PKK Desa Janggala khususnya bisa lebih maju, bisa buka usaha sendiri. Sehingga ketika ada acara-acara di Desa Janggala, masyarakat desa, maupun ibu PKK dapat melayaninya,” ungkapnya.

Asep menyebutkan, melalui kegiatan ini, ia ingin meningkatkan dan menambahkan ilmu serta meningkatkan usaha dan yang belum memiliki usaha bisa terpancing ingin membuka usaha. Terlebih bagi ibu-ibu PKK dan posyandu itu tidak digaji, melainkan betul-betul pengabdian.

Lanjut dia, di Desa Janggala sebetulnya ada batik, namun dengan adanya pelatihan tersebut bisa menjadi penawaran juga kepada ibu-ibu.

Mana yang lebih cenderung, apakah ke usaha makanan atau ke usaha yang sifatnya membantu memasarkan batik. Karena yang paling penting adalah kerja sama untuk meningkatkan taraf ekonomi agar ke depannya lebih baik lagi.

“Yang paling utama, dalam menjalankan usaha itu kuncinya modal. Modal sendiri dibutuhkan peran penting sebagai kepala desa untuk memikirkan teknik permodalannya seperti bagaimana. Apakah dengan cara kerja sama BUMDes atau bagaimana, yang paling penting langkah awalnya teknik, pengetahuan dan ilmunya dulu,” ujarnya.

Baca juga : PNM Kota Tasik Tingkatkan Plafon Pinjaman, Bantu Pulihkan Ekonomi saat Pandemi

“Untuk BUMDes selama ini belum masuk ke ranah permodalan, baru sekadar simpan pinjam. Makanya saya ciptakan kegiatan ini, agar BUMDes juga ke depannya bisa mengembangkan usahanya.

Tidak hanya monoton simpan pinjam saja, melainkan juga termasuk permodalan bagi ibu PKK yang mau usaha dan nantinya akan ada kelompok khusus,” kata Asep, menerangkan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.