Pemdes se-Pangandaran Siapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik dari Zona Merah

122
0
MENYIAPKAN. Kepala Desa Cijulang Yayan Mulyana (kiri) sedang meninjau persiapan ruang isolasi khusus bagi pemudik di SDN 4 Nusawiru Cijulang, Selasa (28/4).
MENYIAPKAN. Kepala Desa Cijulang Yayan Mulyana (kiri) sedang meninjau persiapan ruang isolasi khusus bagi pemudik di SDN 4 Nusawiru Cijulang, Selasa (28/4).

PANGANDARAN – Kecamatan dan pemerintahan desa (Pemdes) se-Kabupaten Pangandaran sedang menyiapkan tempat untuk isolasi khusus bagi para pemudik yang baru datang dari zona merah.

Pasalnya, kebijakan tersebut sudah ditetapkan oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan mulai diberlakukan pada Kamis (30/4).

Jeje pun menginstruksikan kecamatan dan desa menyiapkan ruang isolasi khusus pemudik di bangunan sekolah agar memotong penyebaran virus corona yang berasal dari zona merah.

Sehingga nantinya para pemudik tidak langsung datang ke rumah keluarga, melainkan diisolasi dulu selama 14 hari.

Camat Cijulang Boy Ariswan mengatakan, saat ini pemerintah desa sedang menyediakan ruang isolasi khusus bagi pemudik yang baru tiba dari luar Pangandaran, khususnya dari zona merah penyebaran Covid-19.

Jadi jika masyarakat memaksakan pulang ke kampung, terlebih dari daerah zona merah harus melakukan karantina khusus selama 14 hari di tempat yang sudah disediakan sebelum ke rumahnya.

“Kita ada delapan tempat isolasi khusus untuk pemudik dan sekarang sedang mempersiapkannya. Untuk tempat isolasi tersebut setiap desa menyediakan dua ruang isolasi khusus untuk pemudik,” katanya kepada Radar, Selasa (28/4).

Baca Juga : Pemkab Pangandaran akan Bubarkan Kegiatan Ngabuburit

Kata dia, ruang isolasi khusus dari Kecamatan Cijulang berada di bangunan SD ada tujuh dan SMK satu. Seperti SDN 1 dan 2 Margacinta, SDN 4 Nusawiru Cijulang, SDN 1 Batukaras, SDN 1 Kertayasa, SDN 1 Cibanten, SDN 1 Ciakar dan SMKN Kondangjajar.

“Satu ruangan isolasi berisi lima orang. Nanti sarana dan prasarana atau lainnya dari pihak keluarga yang membantu seperti kasur ataupun makannya,” ujarnya.

“Kalau dari pihak keluarga mau mengasih kasur ataupun makanan hanya bisa dititipkan petugas tidak boleh bertemu dengan pemudik yang merupakan keluaranya,” ujarnya, menambahkan.

Lanjut dia, pembuatan isolasi khusus ini diharapkan keluarga yang berada di kampung memberi tahu kepada keluarganya yang di luar kota, agar jangan mudik dulu jika tidak ingin diisolasi sebelum sampai di rumah.

“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah pemicu bagi mereka (perantau, Red) agar tidak pulang. Buat apa pulang kalau di sini diisolasi khusus,” katanya.

Keberhasilan isolasi ini, lanjutnya, harus melibatkan semua pihak dari keluarga, organisasi masyarakat dan lainnya agar membantu bagaimana daerah karantina di desa tidak terisi pemudik yang pulang kampung.

“Melalui keluarga mengabarkan jangan pulang dulu,” ujarnya.

Lanjut dia, proses karantina khusus di bangunan sekolah tetap akan mengacu kepada protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sehingga bangunan tersebut benar-benar aman digunakan ruang isolasi bagi pemudik dan nantinya aman ketika siswa mulai menggunakannya kembali.

“Misalnya kita semprotkan dengan disinfektan secara rutin,” katanya.

Kepala Desa Cijulang Yayan Mulyana menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan satu tempat isolasi khusus di SDN 4 Nusawiru Cijulang, terdapat dua ruangan kelas untuk laki-laki dan perempuan.

“Tujuannya di sini (SDN 4 Nusawiru Cijulang, Red) lebih dekat  dengan Puskesmas Cijulang termasuk lingkungan tk padat penduduk. Diharapkan tidak ada warga yang pulang kampung dulu, kalau memaksa tetap harus diisolasi di ruangan khusus yang sudah disediakan,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.