Pemeliharaan Alun-Alun Dipantau Kejari

93
0
PEMELIHARAAN. Pembangunan Alun-Alun Ciamis masih dalam tahap pemeliharaan, Selasa (5/3).IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ciamis terus memantau proses pemeliharaan pembangunan revitalisasi Alun-Alun Ciamis. Hasil evaluasi lapangan, instansi terkait juga akan memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pengerjaan proyek yang diprotes para aktivis itu.

“Setelah kami cek, pekerjaan itu sudah sesuai di dalam kontrak pekerjaan tahap pertama,” ucap Kasi Intelijen Kejari Ciamis Femi Nasution SH MH kepada Radar, Selasa (6/3).

Dia mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama memelihara dan menikmati keindahan Alun-Alun Ciamis. Suasana di alun-alun itu sudah jauh lebih baik di banding sebelumnya.

Sebagai aparat penegak hukum, pihaknya juga tetap memantau aset yang dibangun dengan anggaran Rp 2,3 miliar itu. Anggaran tersebut dipakai untuk memasang paving block, tanaman dan lain-lain. “Banyaklah di situ sudah terinci di kontrak yang sesuai RAB,” katanya.

Adapun terkait temuan rumput lama yang dipakai di sekitar alun-alun memang di kontraknya ada pergantian rumput. Pihaknya, sudah meminta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) memperbaiki hal tersebut. “Fungsi kami di sini untuk mengawasi mengontrol atau mengamankan dalam artian supaya jangan ada perbuatan-perbuatan yang mengarah ke tindak pidana korupsi,” ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dan masyarakat dari Forum Peduli Infrastruktur Ciamis (FPIC) berunjuk rasa di Tugu Raflesia Ciamis, Senin (18/2). Mereka juga beraudiensi ke Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menuntut transparansi penggunaan anggaran Rp 2,3 miliar untuk penataan taman tersebut.

Koordinator lapangan (korlap) aksi FPIC Andi Ali Fikri menyatakan pihaknya meminta transparansi penggunaan Rp 2,3 miliar untuk penataan Taman Raflesia Ciamis. Keterbukaan tersebut sangat penting lantaran anggaran yang besar untuk proyek tersebut telah membuat kegaduhan di publik.

Menurut Andi, Rp 2,3 miliar pada pembangunan tahap satu itu baru terserap untuk paving block saja. Namun, hasil pantauan di lapangan masih banyak titik-titik yang belum dipasangi paving block. Atas kondisi tersebut, pihaknya menduga ada kejanggalan dalam penggarapan proyek Taman Raflesia. FPIC juga tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat dugaannya. “Setelah memang cukup bukti, kami akan melaporkan ke kejaksaan. Tentunya harus ada yang peduli melaporkan ini karena alun-alun itu jelas wajahnya Kota Ciamis,” kata dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.