Pemerintah Akan Buka Rekrutmen P3K

295
ANGIN SEGAR. Beberapa honorer saat melakukan aksi ke Setda Kota Banjar beberapa waktu lalu. Tenaga honorer dalam waktu dekat bisa mengikuti rekrutmen P3K. (cecep herdi / radartasikmalaya.com)

BANJAR – Pemerintah akan membuka rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Supratman melalui Kasi Data Informasi dan Pensiun BKPPD Kota Banjar Rony Septiadi mengatakan peraturan pemerintah (PP) tentang rekrutmen P3K sudah ada, tinggal pelaksanaan seleksinya.

“Setelah CPNS ini selesai bakal ada rekrutmen pegawai lagi, tapi bukan PNS, melainkan P3K. Bedanya kalau PNS memiliki dana pension, kalau P3K tidak ada. Selain itu waktu perjanjian kerja P3K lebih fleksibel,” ujar Rony Minggu (23/12).

Rony tidak menyebut kapan mulai pelaksanaan seleksi P3K. Pihaknya belum mendapat informasi dari BKN. “Nah untuk pelaksanaannya belum tahu mulai kapan, apakah akhir tahun ini atau awal tahun depan. Sekarang kami masih disibukkan dengan proses seleksi CPNS,” kata dia.

P3K menjadi salah satu tujuan akhir para tenaga honorer kategori 2 (K2) yang tidak bisa mengikuti seleksi CPNS karena terkendala usia. Pada jalur P3K, tenaga K2 atau honorer akan mendapat dispensasi usia hingga 35 tahun yang membuat mereka memiliki kedudukan serta hak yang hampir sama dengan PNS.

Hanasa, tenaga honorer di Kota Banjar menyambut baik solusi itu. Namun dia berharap rekrutmen P3K menjadi solusi yang memperjuangkan nasib para honorer. Artinya ada skala prioritas dalam tahapan seleksi jika prosesnya dibuka untuk umum.

“Kalau tidak ada skala prioritas maka kita akan kalah saing dengan pelamar dari umum yang masih fresh, tenaga muda yang baru lulus kuliah. Kami berharap ada prioritas dari segi soal misalnya, atau kebijakan lainnya sehingga untuk tenaga honorer tidak menyulitkan untuk lolos jadi P3K,” kata ketua forum honorer Kota Banjar ini.

Dari sisi pengakuan pemerintah terhadap honorer, menurut dia, akan semakin terlihat jika menjadi P3K. Sebab dari sisi penghasilan akan layak. Belasan tahun dia prihatin dengan upah tenaga honorer yang hanya mendapat Rp 250 ribu per bulan. “Harapan utama kami P3K menjadi solusi bagi tenaga honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS karena faktor usia,” katanya.

Wakil Ketua I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar Dadang Darulkutni menyambut baik upaya pemerintah dalam membuka selesi P3K. Manurutnya, kebijakan itu harus menjadi obat pemulih kekecewaan honorer yang tidak bisa mengikuti seleksi CPNS.

“Banyak aksi yang dilakukan teman-teman honorer di seluruh Indonesia karena tidak bisa mengikuti seleksi CPNS, harapan kita dengan dibukanya seleksi P3K ini menjadi solusi terbaik bagi tenaga honorer,” katanya.

Ia menjelaskan kebutuhan pegawai di Kota Banjar untuk mengisi posisi di berbagai OPD, terutama di tenaga pendidik dan kesehatan banyak. Sehingga posisi kekosongan diisi tenaga honorer.

“Jasa tenaga honorer sangat besar. Tanpa kerja keras mereka maka saya yakin proses pemerintahan di Kota Banjar tidak akan berjalan dengan baik. Terutama pada dunia pendidikan dan kesehatan. Guru honorer misalnya, itu hampir 70 persennya adalah tenaga honorer. Bayangkan tanpa kehadiran mereka dunia pendidikan di Kota Banjar akan lumpuh,” ungkapnya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.