Pemerintah dan DPRD Kabupaten Pangandaran Bahas Rencana Penambahan Anggaran Pembangunan RSUD

64
JULI DITARGET RAMPUNG. Dua orang pekerja sedang beraktivitas di proyek pembangunan RSUD Kabaupaten Pangandaran Jumat (3/5). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

Pemerintah dan DPRD Kabupaten Pangandaran mengadakan ekspos terkait rencana penambahan anggaran bagi pembangunan RSUD Kabupaten Pangandaran.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran TaufiK Martin meminta kepada kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

”Jadi nilai kontrak Rp 238 miliar itu harus diselesaikan dulu, nah kalaupun ada penambahan Rp 29 miliar, nanti harus ditender ulang,” jelasnya kepada Radar, Rabu (15/5).

Lanjut dia, jika dilakukan penunjukkan kembali dengan tambahan anggaran Rp 29 miliar, sangat riskan untuk dilakukan. ”Kasian nanti ke Pemkab, bisa kena,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan itu harus beres batas waktu pekerjaan sampai dengan 9 Juni 2019. ”Setelah serah terima, baru dilakukan tender lagi, biasanya paling lama 4 hari,” terangnya.

Martin menilai sejauh ini pekerjaan pembangunan RSUD Kabupaten Pangandaran masih ada beberapa yang belum memuaskan.

”Masalah UPL UKL, Amdal, urugan yang masih utuh dan juga pekerjanya yang tidak maksimal, malah ada yang santai, merokok dan main hp,” terangnya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan untuk penambahan anggaran volume pekerjaan, pihaknya akan membentuk tim koordinasi yang berkaitan dengan hal tersebut.

”Termasuk ULP, inspektorat, Bappeda pendampingan dari DPRD dan lain-lain, untuk berkunjung ke LKPP, dengan tujuan mengomunikasikan hal itu,” jelasnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.