Ebeg: Miras di Ciamis Semakin Merajalela

Pemerintah Harus Buat Perda Miras

255
0
H Jamiludin Hidayat SPd MSc
Loading...

CIAMIS – Pengamat Sosial H Jamiludin Hidayat SPd MSc mengatakan persoalan minuman keras (miras) di Ciamis harus disikapi serius. Semua pihak harus duduk bersama menyelesaikan persoalan itu.

“Bila perlu, buat perda larangan miras di Kabupaten Ciamis,” tandasnya kepada Radar, Kamis (3/5).

Pemerhati Keagamaan di Kabupaten Ciamis Ebeg Saepurrohman menilai kematian FJ menunjukkan peredaran miras di Ciamis sudah merajalela. Beberapa hari ke belakang, seorang siswi SMK juga over dosis miras di tempat karaoke.

Rentetan kejadian itu dinilai luar biasa untuk Ciamis. Pemerintah perlu segera turun tangan menyelamatkan warganya dari bahaya miras. Aparat, tokoh agama, tokoh pemuda dan orang tua harus duduk bersama menyikapi masalah itu.

Apalagi, saat ini kebanyakan korban adalah anak-anak yang masih belia. “Bila tidak segera diselamatkan, bisa jadi Ciamis jadi sarang miras,” katanya.

Loading...

Terpisah, Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Ciamis Vera Fillinda mengaku prihatin atas meninggalnya FJ (15), pelajar SMP di Kecamatan Lumbung. FJ meninggal setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan.

“Karena jelas, pelajar SMP di Ciamis sudah ada yang meninggal dunia (akibat miras). Ini tentunya menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. Makanya ini, semua pihak harus menanggapinya dengan serius. Baik pemerintah, tenaga pendidik dan orang tua,” ujar Vera saat bertemu di Alun-Alun Ciamis kemarin siang.

Menurutnya, penyebab anak-anak menjadi pecandu narkoba dan miras bisa berawal dari masalah keluarga. Seperti konflik dalam rumah tangga. Hal itu dapat berujung pada permasalahan sosial. Faktor lainnya adalah salah dalam pengasuhan.

“Jadi, kita ketahui anak yang menjadi korban. Mereka mencari jati diri, namun kebablasan dengan pergaulan bebas yang salah. Karena kita ketahui mereka kurang terperhatikan,” tuturnya.

Vera mengaku akan mengkomunikasikan persoalan remaja itu dengan kepolisian. Termasuk kasus siswi SMK yang beberapa waktu lalu dirawat di RSUD Ciamis karena over dosis miras. “Semoga kejadian ini tidak sampai terulang kembali di Ciamis,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar di sekolah tingkat pertama di Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis meninggal Selasa (1/5). Remaja berinisial FJ (15) itu tewas diduga usai menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Lelaki muda asal Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis itu meninggal sekitar pukul 13.00. Dia sebelumnya mendapatkan penangangan medis di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.