Pemerintah Kota Optimis Bisa Meraih Penghargaan Adipura ke Enam

14
CEK. Kepala Bidang Penataan, Peningkatan Kapasitas dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Dwiyanti Estriningrum (kanan) mengecek berkas hasil penilaian adipura tahun lalu Selasa (25/9). (cecep herdi / radartasikmalaya.com

BANJAR – Kota Banjar telah mendapat penghargaan Adipura sebanyak lima kali berturut-turut sejak 2013.

Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar menatap penghargaan ke enam dari Kementerian Lingkungan Hidup ini.

Pemkot Banjar Optimis penghargaan kembali diraih karena proses penilaian P1 dan P2 sudah selesai dan sudah masuk tahap verifikasi.

“Indikator paling penting dalam penilaian yakni harus memiliki TPA. Kota Banjar baru 2008 membangun TPA dan mulai meraih penghargaan adipura kota kecil terbersih mulai tahun 2008 dan berturut-turut hingga tahun 2017. Insyallah tahun ini juga kita meraih penghargaan kembali,” kata Kepala Bidang Penataan Peningkatan Kapasitas dan Pengendalian Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar Dwiyanti Estriningrum SSos, MPd.
Mengenai kriterianya, Dwi menjelaskan itu berbagai aspek, di antaranya kebersihan, keindahan serta kenyamanan kota.

“Pertama kebersihan kota dari jalan, sekolah, pemukiman, saluran air terbuka, terminal, stasiun, rumah sakit, puskesmas, perkantoran, TPS, Bank Sampah dan TPA. Dari semua indikator itu adalah kebersihan, pengelolaan dan pemanfaatan sampah serta sarana dan prasarana,” jelasnya.

Ia menjelaskan adipura didapat bukan dengan cara yang mudah. Banyak titik pantau yang menjadi kriteria penilaian.

Menurutnya, adipura merupakan suatu program seberapa jauh kota itu nyaman ditempati dalam kebersihan, keindahan dan keteduhan. Indikator penting selain kebersihan juga keberadaan ruang terbuka hijau (RTH).

“Pengelolaan sampah merupakan indikator yang paling hati-hati dalam penilaian adipura. Kendalanya saat ini masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan terutama dalam pengelolaan sampah. Upaya kita susah dilakukan untuk pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah dari rumahnya masing-masing. Tahun lalu kita mendapat nilai 75,81 dari 56 titik pantau,” katanya.

Dwiyanti pun berharap seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan. “Harus memperlakukan sampah sebagai teman kita. Kalau kita memusuhi maka sampah akan menyerang dan merugikan kita,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.