Pemerintahan Kota Tasik Berjalan Lambat Karena Yusuf itu Plt, Tak Leluasa

62
0
Isep Rislia. Ketua Fraksi Golkar Kota Tasikmalaya
Isep Rislia. Ketua Fraksi Golkar Kota Tasikmalaya
Loading...

KOTA TASIK – Ketua Fraksi Golkar Kota Tasikmalaya, Isep Rislia mengatakan keterlambatan roda pemerintahan di Kota Tasikmalaya, lantaran kewenangan Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf tidak seleluasa wali kota definitif.

Sesuai undang-undang yang mengatur tentang tugas Plt wali kota, dimana dalam menggulirkan kebijakan tertentu harus mendapat restu Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Jadi ada yang harus dikomunikasikan dan disetujui Mendagri, maka kemarin ada hal-hal yang menjadikan keterlambatan. Sekarang juga sudah dikomunikasikan dan diupayakan supaya semua berjalan lancar,” tuturnya kepada Radar saat ditemui di ruang Fraksi Golkar, Jumat (29/1).

Sehingga, lanjut Isep, lambatnya roda pemerintahan saat ini dibawah tampu kepemimpinan Plt wali kota. Bukan berarti H Yusuf tidak mengerjakan tugas-tugasnya selaku Plt, atau menempuh tugas itu dengan lambat.

“Kalau meminjam istilah Ketua Fraksi PPP Kota Tasikmalaya (H Ajat Sudrajat, Red) yang harus lincah dan gesit, bukan itu persoalannya. Ini kan ada mekanisme yang harus disetujui dan ditempuh, sementara kita sedang berproses dan tahu sendiri pusat itu tidak cuma mengurus Kota Tasikmalaya,” tegas Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya tersebut.

loading...

Menurutnya, saat ini H Yusuf tengah menjalankan tugas dan kewenangan selaku Plt wali kota, juga sebagai wakil wali kota yang memiliki tugas pokok dan fungsi tersendiri di eksekutif. Pihaknya tidak berharap Plt wali kota kebablasan dalam menjalankan tugas, sehingga berujung kerugian pula bagi masyarakat.

“Kehati-hatian itu perlu, beliau khawatir menyalahi aturan yang berlaku. Beliau itu mumpuni sebagai mantan birokrat dan ketua partai, sehingga ini kehati-hatian beliau dalam menjalankan tugas sebagai seorang Plt,” kata dia.

Baca juga : Golkar Kota Tasik Minta Budi Mundur, PPP: Apa Masalahnya?

“Tidak semua kebijakan bisa dilaksanakan, contohnya tadi melantik juga kan harus komunikasi dan dapat restu tertulis menteri. Di samping itu, Pak Yusuf sedang konsen penanganan Covid-19 ditambah menjalankan dua tugasnya itu sekaligus (Plt wali kota dan wakil wali kota, Red),” sambung Isep.

Kemudian, terkait kondisi pasangan H Yusuf yakni wali kota non aktif H Budi Budiman, ia mendoakan agar prosesnya segera tuntas dan membuahkan hasil yang terbaik sesuai aturan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, ada pun keinginan partai koalisi Budi-Yusuf untuk berkomunikasi, Isep meminta pemakluman karena kesibukan H Yusuf selaku Plt terbilang berat.

Bukan berarti tidak memahami atau merespons, tetapi kondisi yang masih belum memberikan kesempatan baginya berkomunikasi. “Mohon maklum, kita semua tentu tahu dan paham kondisi daerah sedang seperti ini,” harapannya.

“Kalau meminjam bahasa H Ajat dari Fraksi PPP berkaitan pelaut tangguh. Di sinilah tugas Pak Yusuf, ia sudah menjalankan tugas dan menghadapi persoalan, menjadi pengalamannya sebagai pelaut tangguh untuk pencalonan di Pilkada mendatang sebagai wali kota,” lanjut Isep.

Wakil Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya Bidang Pemenangan Pemilu ini mengulas, dalam rapat yang diselenggarakan di sekretariatnya Kamis (28/1). DPD Golkar menyosialisasikan draft RUU Pemilu dimana di dalamnya membahas rencana Pilkada antara 2022 atau pun 2024.

“Sebetulnya tak ada bahasan lain, namun untuk pemilu secara nasional Golkar menginginkan 2022, termasuk kita juga di daerah inginkan hal sama,” ceritanya.

Menurutnya, DPD Golkar Kota Tasikmalaya sudah 99 persen mendukung pencalonan H Yusuf sebagai wali kota di Pilkada mendatang, tinggal menunggu hasil keputusan DPP Golkar saja. Pihaknya akan mempersembahkan kader terbaik dari yang terbaik untuk kepentingan masyarakat, dimana H Yusuf berpengalaman sebagai seorang birokrat dan Plt wali kota.

“Golkar akan ngabret siap laksanakan tugasnya. Kondisi dan situasi saat ini akan menempa Pak Yusuf menjadi figur tangguh dalam menghadapi pencalonan Pilkada mendatang, karena tidak ada lagi calon dari Golkar selain Pak Yusuf. Meski pun saat ini beliau tengah fokus jalankan tugas-tugasnya dan belum terbersit untuk berkampanye,” papar Isep. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.