Pemilih Pemula Capai 30.000, Pilkada Harus Dijadikan Pembelajaran Politik

78
0

SINGAPARNA – Jumlah pemilih pemula di Pilkada 2020 diprediksi mengalami peningkatan dari Pemilu 2019 yang mencapai 23.000. KPU Kabupaten Tasikmalaya mencatat pada pesta demokrasi lima tahunan ini pemilih pemula akan berada di angka 30.000 orang.

Jumlah tersebut sangat besar dan strategis untuk diperebutkan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada yang akan diselenggarakan September tahun ini.

Baca juga : PKB : Figur untuk Maju di Pilkada Tasikmalaya Sangat Sedikit

Jumlah yang besar itu pun membuat KPU, Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya akan mulai turun untuk melakukan sosialisasi ke pemilih pemula. Sehingga partisipasinya bisa meningkat dan pilkada ini menjadi pembelajaran politik bagi para pemilih pemula.

Komisioner Divisi Data dan Informasi KPU Kabupaten Tasikmalaya Ai Rocmawati mengatakan, memang jumlah pemilih pemula dari Pemilu 2019 ke Pilkada 2020 akan mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan pihaknya memprediksi jumlahnya bisa lebih dari 30.000 pemilih dari daftar pemilih tetap (DPT) 1,3 juta.


“Untuk usia pemilih pemula di pilkada akan meningkat dibanding pada Pemilu 2019, karena pada September nanti dipastikan pemilih yang masuk usia 17 tahun bertambah,” ujarnya kepada Radar, Rabu (15/1).

Menyikapi hal tersebut, kata dia, pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi Pilkada 2020 ke pemilih pemula langsung ke sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMA sederajat.

“Di samping sosialisasi tentang pilkada ke sekolah-sekolah, rencananya di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) akan diadakan perlombaan antar PPK yang melibatkan anak-anak SMA khususnya bagi anak yang usianya sudah 17 tahun,” terang dia.

Dengan upaya tersebut, lanjut dia, diharapkan para pemilih pemula bisa terangsang untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan bupati dan wakil bupati September ini. Sehingga, partisipasi pun bisa mengalami peningkatan secara umum.

Terpisah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Asep Gunadi mengatakan, pesta demokrasi lima tahunan ini harus dijadikan ajang pembelajaran politik bagi masyarakat, khususnya pemilih pemula. Sehingga Pilkada 2020 ini bisa berjalan damai, berintegritas dan berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.