Pemilih Pemula di Pilkada Tahun 2020 Mencapai 8 Persen

33
0
SOSIALISASI. KPU Kabupaten Pangandaran saat menyosialisasikan Pilkada 2020 kepada pemilih pemula di STITNU Al Farabi Senin (9/12). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
SOSIALISASI. KPU Kabupaten Pangandaran saat menyosialisasikan Pilkada 2020 kepada pemilih pemula di STITNU Al Farabi Senin (9/12). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran mulai menyasar organisasi kepemudaan dan pe­milih pemula untuk menyosia­lisasi­kan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan pemilih pemula diharapkan bisa menyampaikan pentingnya menyalurkan hak pilih di Pilkada Pangandaran tahun 2020, kepada seluruh elemen masyarakat.

”Dengan dikemas sedemikian rupa, sesuai dengan kecerdasan mereka, istilahnya seperti training of trainer,” jelasnya kepada Radar, Senin (9/12).

Menurut dia, anak muda milenial saat ini memiliki akses informasi yang tidak terbatas dari sebuah gawai digenggaman mereka.

”Untuk itu, kita juga berharap bisa memanfaatkan teknologi informasi yang ada saat ini, untuk mengajak teman-teman sebaya dan komunitas menyalurkan hak pilihnya di Pilkada 2020,” terangnya.

Selain itu, mereka juga bisa memanfaatkan kemudahan akses internet yang ada saat ini, untuk menyosialisasikanya kepada para pemuda Kabupaten Pangandaran yang kebetulan sedang ada di luar kota.

”Kita juga menargetkan supaya mereka bisa menyampaikanya, kepada mereka yang sedang ada di luar Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Muhtadin menargetkan 70 persen pemilih pemula di Kabupaten Pangandaran bisa menyalurkan hak pilihnya di Pilkada 2020. ”Sementara untuk pemilih di Kabupaten Pangandaran sekitar 320 ribu orang,” jelasnya.

Komisioner KPU Jawa Barat Idham Holik mengatakan untuk pemilih pemula dari usia 17 sampai 21 tahun di Kabupaten Pangandaran diperkirakan mencapai diatas 8 persen dari jumlah keseluruhan pemilih di Pangandaran.

”Kami di provinsi sudah berkoordinasi dengan KPU Pangandaran untuk fokus melakukan pendidikan pada pemilih pemula,” katanya.

Menurutnya, para pemilih pemula merupakan aktor demokrasi dimasa yang akan datang. ”Mereka juga pengguna aktif internet, diharapkan menjadi penyebar informasi tentang Pilkada 2020. Mereka juga diharapkan meluruskan informasi yang mengandung hoaks, hate speach dan lain-lain,” ujarnya. (den)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.