Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Pemilih Pemula Ikut Tentukan Nasib Daerah

86
0
Istimewa BERMAIN GAMES. Peserta Sosialisasi Pilgub Jabar 2018 mengikuti games di sela pemaparan materi oleh Komisioner KPU Kota Tasikmalaya Ade Zaenul di salah satu rumah makan di Kota Tasikmalaya Rabu (28/2).

KPU Kota Tasikmalaya Sosialisasikan Pilgub Jabar
TAWANG – Jumlah pemilih pemula di Kota Tasikmalaya mencapai 17 ribu. Mereka berhak menggunakan hak pilih di Pilgub Jabar. Tentunya, sebelum menggunakan hak berdemokrasinya, mereka harus bisa memaknai kaidah atau esensi dari Pemilu.

Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya berupaya mendongkrak kesadaran pemilih pemula terlibat di Pilgub Jabar. KPU menyosialisasikan tata cara pemilihan, etika, filosofi dan makna dari Pemilu terhadap siswa-siswi SMA sederajat. “Sehingga pemilih pemula tidak cuma menyalurkan hak suaranya saja, tetapi menyadari dan memaknai betul sarana kedaulatan rakyat ini,” ungkap Komisioner KPU Kota Tasikmalaya Hotum Hotimah usai menyelenggarakan Sosialisasi Pilgub Jabar 2018 yang diikuti sekitar 40 perwakilan SMA sederajat di salah satu rumah makan di Kota Tasikmalaya Rabu (28/2).

Pemilih yang berusia kisaran remaja ini, kata Hotum, masih polos berpolitik. Mereka baru pertama kali mengikuti proses pemilihan kepala daerah. Untuk itu perlu dibekali hal teknis. Mulai pemungutan, penghitungan suara, informasi tahapan hingga menjelaskan tentang kampanye yang mendidik. “Namun yang terpenting untuk diketahui pemilih pemula, yakni pendidikan politik positif terhadap mereka.

Notabene belum terkontaminasi hal fragmatis, maka makna pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat harus dipahami,” papar Hotum.

Hotum mengajak para pemilih pemula menjadi pemilih cerdas. Rasional. Bukan pemilih emosional. Apalagi fragmatis. Sehingga ketika memasuki tempat pemungutan suara (TPS), para pemilih pemula bukan memilih atas dasar kesukaan dari sisi fisik pasangan calon melainkan atas dasar kesadaran.

Karena, suara mereka menentukan nasib daerah. Karena, pemimpin yang mereka pilih harus yang benar-benar ingin menyejahterakan masyarakat. “Mereka kita dorong untuk turut menularkan apa yang disampaikan KPU ke teman-temannya. Agar tidak terjebak hal yang sedang marak saat ini seperti fragmatisme,” beber komisioner KPU perempuan ini. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.