Pemilihan Produk Madani Tanpa Intervensi

28
0
Firgiawan / Radar Tasikmalaya WORKSHOP. Asisten Program Gema Madani Bidang Inovasi Pengembangan Klaster Ekonomi Masyarakat (I-Pakem) Dedi Kardiana (kanan) saat menghadiri workshop Perumusan Rencana Kerja Saung Madani di Aula Kecamatan Tamansari, Selasa (17/9).
Loading...

TAMANSARI – Menyikapi adanya keluhan pemilihan jenis produk kelompok klaster, Asisten Program Gema Madani Bidang Inovasi Pengembangan Klaster Ekonomi Masyarakat (I-Pakem) Dedi Kardiana angkat suara.

Dia menyebut pemilihan produk unggul di masing-masing kecamatan, yang menjadi komoditas untuk didorong supaya berkembang merupakan aspirasi dari setiap kelurahan dan disepakati masyarakat khususnya kelompok klaster melalui focus discussion group (FGD) sejak 2017. “Jadi itu melalui konsep one district one product, setiap kecamatan menyepakati potensi apa yang perlu didorong di wilayah masing-masing, bukan kita yang menunjuk atau mengintervensi,” tuturnya kepada Radar saat ditemui di Kecamatan Tamansari, Selasa (17/9).

Menurutnya, setiap kecamatan menerbitkan surat keputusan (SK) terhadap kelompok klaster di wilayah masing-masing supaya di 2018 dilaksanakan dan warga yang bergabung dalam kelompok klaster benar-benar concern menggarap produk unggulan yang akan didorong di kecamatan untuk dilaksanakan di kelurahan. “Muncullah SK kecamatan seperti di Mangkubumi itu produk unggulnya olahan jamur, Cibeureum oncom, Tamansari manisan buah, Indihiang sedap malam, Bungursari kambing PE, Tawang olahan telur puyuh dan Cipedes limbah kertas untuk kerajinan tangan,” kata Dedi.

Di sisi lain, ketika program berjalan ia mengakui sempat terjadi masalah. Padahal hasil kesepakatan di masing-masing kecamatan merupakan usulan dari setiap kelurahan di wilayahnya. “Memang ada riak-riak, padahal ini kan program lanjutan sebab di 2018 itu sudah tidak lagi gunakan koperasi untuk bidang perekonomian masyarakat tetapi melalui kelompok klaster yang akan menggarap produk unggul kecamatan,” ceritanya.

Untuk itu, lanjut Dedi, di tahun ini Bidang I-Pakem melakukan review dan pemetaan usaha klaster setiap kecamatan. Meninjau sejauh mana implementasi produk unggulan dan apabila ada wilayah tertentu yang ingin mengubah klaster usahanya. “Kita juga kan bentuk Saung Madani di kecamatan, berperan untuk pengendalian kegiatan usaha klaster setiap wilayah. Selain itu, kita review kegiatan tahun 2018 dari sisi marketing-nya, pembukuan keuangannya, legalitas PIRT dan lain-lain, melalui pelatihan dari narasumber ahli,” kata Dedi. “Dinamika di setiap kelompok klaster tentu ada, ketidakkompakan, pergantian pengurus atau hal lainnya. Kami ingin sebetulnya tak ada pergantian pengurus, tapi di lapangan faktanya ada saja. Maka kita review dan petakan di tahun ini,” sambungnya.

Loading...

Adapun kelompok klaster yang hendak mengubah jenis komoditas usaha unggulan di wilayahnya harus berdasarkan kesepakatan bersama. Pihaknya sebatas menyampaikan ke pemkot sebagai saran dan masukan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.