Pemilik 45 Pohon Ganja Warga Cibahayu Tasik Ternyata Jago Ini..

7011
1
radartasikmalaya.com
Kepala BNNK Tasik, Tuteng Budiman, memperlihatkan pohon ganja dalam polybag yang ditemukan di rumah salah satu warga Kadipaten, Selasa (20/10) siang. denden ahdani / radar tv

TASIKMALAYA – Badan Nasional Narkotika (BNN) Perkawilan Jawa Barat dan BNN Kota Tasikmalaya, menggerebek pemilik 45 batang ganja yang ditanam di polybag, di sebuah rumah di Kampung Cisirah Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10) siang.

Kepala Seksi Berantas BNN Kota Tasik, Kompol Deni Syarif mengatakan, tersangkanya adalah pria berinisial M.

Selama ini, kata Deni, tersangka M dikenal sebagai pembudidaya tanaman dengan ilmu pengetahuan meracik pupuk alami yang mumpuni.

Betapa tidak, hanya waktu 2 bulan pohon ganja yang ditanamnya di polybag bisa  tumbuh subur.

Terbukti, batang pohon yang bisa bikin teler ini bercabang dan berdaun yang lebat serta tampak sehat.

Selain pohon ganja yang ditemukan di rumah tersangka M, petugas juga mendapati biji, penyemaian, pohon ganja kecil, dan pohon ganja besar yang sudah berbuah.

” Tersangka M ngaku sudah beberapa tahun membudidayakan ganja. Bahkan pupuknya adalah hasil racikan sendiri, salah satunya dari racikan kotoran sapi dan kambing,” ungkap Deni, kemarin.

Kata Deni, pohon ganja di budidayakan tersangka dalam polybag di atas dak bagian belakang rumah.

Untuk mengelabui, tersangka sengaja menutup bagian samping dak rumah dengan sepanduk bekas, agar tidak terlihat dari bawah.

“Jadi kami harus pake tangga untuk mengambil 45 pohon ganja. Termasuk pohon yang masih kecil-kecil,” ungkapnya.

Selain mengamankan tersangka M, hasil pengembangan, BNN juga mengamankan 4 orang tersangka UR, EN, AR dan BU.

“Kelima tersangka kami amankan untuk periksa lebih lanjut,” ucapnya.

(age)

Berita Terkait:

Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, Warga Kadipaten Tasik Dibekuk BNN

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.