Baru Menyampaikan Lisan, Usahakan Secara Tertulis

Pemilik Kandang Sapi Beri Izin Tinggal

71
0
Loading...

BANJAR – Yeye (64), pemilik kandang sapi sudah memberikan izin tinggal kepada keluarga Yeni. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Desa Langensari Kecamatan Langensari Dadang Suharto.

Dadang mengatakan pemberian izin baru secara lisan. Izin pun bukan untuk di bangunan bekas kandang sapi, tapi di tanah yang tak jauh dari lokasi bekas kandang sapi yang kini ditinggali Yeni dan keluarganya.

“Kepala dusun sudah mengurus soal izin ini, namun dari Pak Yeye, pemilik kandang sapi, itu masih menunggu izin dari menantunya. Jika tidak diberikan izin oleh menantunya, maka opsi kedua Pak Yeye memberikan izin lahannya dipakai keluarga Yeni di tanah yang tidak jauh dari kandang sapi itu. Kami masih berusaha untuk mendapat izin secara tertulis,” kata Dadang di ruang kerjanya Senin (1/7).

Ia menjelaskan izin menempati lahan oleh Yeni tengah diusahakan secara tertulis selama 15 tahun. Sebab katanya, jika tidak dipastikan lama waktunya dikhawatirkan suatu waktu pemilik mengambil alih lahan yang dipinjam keluarga Yeni.

“Kami sedang berupaya untuk mendapat izin menempati tanahnya selama 15 tahun, karena ini berkaitan dengan bantuan rehab. Jangan sampai bantuan sudah disalurkan namun pemilik mengambil alih. Kan sayang bantuannya dibongkar lagi, mending kalau tidak jadi temuan. Kalau iya kan nantinya malah repot,” jelas Dadang.

Proses Pembaruan BDT

Soal bantuan, Dadang juga menjelaskan jika keluarga Yeni sudah mendapatkan bantuan beras sejahtera (rastra) selama dua bulan terakhir. Bantuan itu merupakan kebijakan dari kepala dusun karena Yeni belum masuk di Basis Data Terpadu (BDT) penanggulangan kemiskinan.

Loading...

“Kan menjadi warga Banjarnya juga baru tercatat Januari tahun ini, sementara pembaruan data dilakukan Juni tahun 2017,” ucap Dadang.

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Drs Asep Tatang Iskandar mengatakan untuk pembaruan data BDT dilakukan pihak desa hasil dari musyawarah. Nanti setelah disepakati, maka diusulkaan ke Dinsos. Kemudian pembaruan data itu dilanjutkan ke provinsi dan ke Kementerian Sosial.

“Belum masuk BDT karena prosesnya harus dari hasil musyawarah desa. Mudah-mudahan dalam pembaruan data tahun ini masuk, desa tengah berupaya untuk mengusulkan yang bersangkutan ke BDT,” kata Asep.

Nanti jika disetujui Kemensos, Yeni dan keluarganya akan diberi bantuan. Jika tidak masuk bantuan pangan non tunai (BPNT), maka masuk ke penerima rastra.

“Untuk BPNT dapat bantuannya Rp 110 ribu setiap bulan, untuk penerima rastra dapat 5 kilogram beras setiap bulannya,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan untuk pembaruan data BDT akan dilakukan tiga kali dalam satu tahun, tinggal menunggu aturannya dari Kemensos. Saat ini pembaruan data masih berjalan dua kali dalam setahun.

“Karena data itu dinamis ya, hasil rapat kemarin di pusat pembaruan BDT akan dilakukan tiga kali dalam satu tahun,” jelasnya.

Ia menjelaskan jumlah BDT saat ini ada penerima BPNT di Kota Banjar sebanyak 14.231 kepala keluarga atau sebanyak 45.847 jiwa. Sedangkan data jumlah penerima rastra sebanyak 6.225 KK.

“Untuk program BPNT itu anggarannya dari pusat, kalau rastra dari APBD Kota Banjar,” terangnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.