Pemilik PO Bus Budiman Meninggal, Dede: Terima Kasih “Apa”

12967
PENGUSAHA SUKSES. Almarhum H Saleh Budiman bersama kendaraan pribadinya ketika disambangi Radar tahun 2014 lalu.

TASIK – Innalillahiwainnaiilaihirojiun. Tasikmalaya kehilangan putra terbaiknya. Siang kemarin (27/2), pemilik PO Bus Budiman H Saleh Budiman yang merupakan ayah kandung dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya periode 2007-2012 dan 2012-2017 Ir H Dede Sudrajat MP meninggal dunia.

Almarhum meninggal di usia 88 tahun sekitar pukul 12.35, setelah sekitar 10 hari dirawat di RS Borromeus Bandung. Jenazah almarhum lalu dibawa ke kediaman untuk disalatkan dan dikebumikan di Komplek Pemakaman H Suja’i Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya.

Dari pantauan Radar, sekitar pukul 17.35, rombongan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai dari Wali Kota H Budi Budiman, Wakil Wali Kota H Muhamad Yusuf, Sekda Kota Tasik Ivan Dicksan dan Ketua DPRD Kota Tasik Agus Wahyudin sudah tiba di lokasi, sebelum jenazah datang. Bahkan sempat melaksanakan salat magrib berjamaah sambil menunggu kedatangan keluarga yang mengawal langsung jenazah dari Bandung ke Tasikmalaya.

Berbagai kalangan masyarakat pun turut hadir disamping warga sekitar yang ingin mengiringi kedatangan jenazah. Seperti KH Achef Noor Mubarok, KH Ate Musodik, H Syarif Hidayat dan H Herdiat Suryana. Terlihat juga rengrengan PT Mayasari Bakti Utama yang turut hadir menanti kedatangan jenazah.

Sekitar pukul 19.30 WIB, jenazah tiba dan suasana pun menjadi semakin haru. Terlihat beberapa anggota keluarga berjatuhan pingsan. Almarhum pun dimandikan kemudian disalatkan hingga tiga kloter, lantaran teras rumah tidak menampung banyaknya jamaah yang ingin ikut menyalatkan almarhum.

Tidak lama berselang, pukul 21.00, jenazah dibawa ke komplek pemakaman untuk dikebumikan. Kendaraan yang mengangkut almarhum dikemudikan langsung putranya H Yoni Budiman didampingi H Ateng Budiman. Sementara anggota keluarga lain menyusul menggunakan kendaraan pribadi ke lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 2 kilometer dari kediaman. “Kita ikut kehilangan ayahanda Wakil Wali Kota Tasikmalaya dua periode. Jujur dedikasi beliau sebagai pengusaha transportasi asli daerah, sangat berkontribusi besar baik dari sisi ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja,” ungkap H Budi Budiman kepada Radar.

H Saleh yang meninggalkan 9 putra-putrinya serta belasan cucu, kata dia, merupakan sosok gigih dan patut menjadi contoh sepakterjangnya semasa hidup. Karena mampu mengembangkan usaha kecil menjadi besar dan terbesar di Jawa Barat. “Saya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan bisa meneruskan cita-cita almarhum agar usaha semakin berkembang,” tuturnya.


Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin mengucapkan turut berduka cita yang sedalm-dalamnya atas kepulangan H Saleh Budiman. “Semasa hidupnya, saya pribadi meyakini beliau merupakan pribadi yang bertaqwa. Pribadi yang senantiasa rendah hati dan berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ujarnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk sama-sama mendoakan segala kebaikan almarhum agar diterima disisi Alloh SWT serta dihapuskan segala dosa-dosanya.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Achef Mubaraq Lc mengaku kehilangan sosok pengusaha besar yang tergolong berpotensi dalam pengembangan ekonomi Tasikmalaya. Dia pun berharap ada pengganti yang lebih hebat lagi ke depan, meneruskan pekerjaan yang sudah dirintis almarhum. “Usaha yang ditekuni H Saleh itu punya kiprah dan ikut andil dalam menyukseskan orang. Warga Tasik ke Jakarta gunakan bus, berangkat SMA pulang jadi Sarjana. Ada yang dari Tasik menganggur dan mencari rezeki ke daerah lain pulangnya sukses. Beragam,” bebernya.

KH Achef meminta keluarga dapat terus menjalankan usaha almarhumt semakin baik lagi. Anak cucu dari H Saleh diharapkan bisa terus memanjangkan kebaikan yang sudah ditanam almarhum semasa hidup. “Saya kenal beliau sosok pengusaha yang tidak jauh dari ulama. Uwa Khoer Affandi serta kiai besar lainnya. Semoga dapat diteruskan para keluarga,” harap Achef.

Putra H Saleh Budiman, H Dede Sudrajat mengaku berterimakasih atas sebuah kesabaran yang selalu ada disaat dirinya banyak meminta dan tidak dapat memberikan apa-apa. “Terima kasih ‘apa’(panggilan H Dede kepada H Saleh, Red) atas sebuah kesabaran yang selalu ada saat anakmu banyak meminta tapi tak dapat memberi apa-apa. Hanya dari wajahmu saya dapat memandang marah itu ialah nasihat yang berguna,” ungkap Wakil Wali Kota Tasikmalaya dua periode itu melalui akun facebook pribadinya.

Disetiap pengorbanan H Saleh, kata Dede, didalamnya selalu ada doa. Doa yang senantiasa dipanjatkan dengan penuh keikhlasan agar kesuksesan bisa diraih olehnya serta anak-anak lainnya. Dede pun sempat bercerita, ketika beranjak dewasa, dirinya pernah bertanya kepada ibunya. Bagaimana agar dirinya menjadi lelaki yang baik.

“Lihatlah bapakmu. Jawab mamah kepada saya. Jadilah orang yang jujur, dan jangan pernah berani meninggalkan salat lima waktu, agar engkau menjadi pribadi yang selalu kokoh. Nasehat itu yang selalu saya ingat, nasehat yang selalu keluar dari mulut “apa” sebagai orang tua yang tak pernah mengenal lelah. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.