Pemimpin Dituntut Bertindak Bijak dan Berani Meminta Maaf

104
0
Jamiludin Hidayat SPd MSc
Loading...

CIAMIS – Keprihatinan atas kasus janggut kini disuarakan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Ma’arif Ciamis Jamiludin Hidayat SPd MSc. Menurutnya, sebagai seorang pemimpin, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis Aporen Siregar seharusnya bijak saat meminta security, Moh Elyas Ruhiat membersihkan janggut sehingga mendapatkan reaksi dari publik.

“Maka saya setuju kalau pemimpin yang kurang bijak begitu diusulkan untuk pindah atau dipecat,” ujar Jamiludin kepada Radar Kamis siang (4/7).

Jamiludin menghormati saat lembaga, seperti Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciamis memiliki aturan. Namun pelaksana aturan, kata dia, harus bijak. Jika, selama ini berjanggut tidak mengganggu tugas dan kewajiban yang bersangkutan dan secara prinsip tidak bertentangan dengan hukum negara, Kepala KPP Pratama Ciamis tidak perlu meminta satpam memilih pilihan yang akhirnya terpaksa harus mengundurkan diri. Itu kurang bijak. Meskipun sekarang yang bersangkutan sudah kembali masuk kerja.

“Saya kira kejadian ini juga harus mejadi ada hikmahnya serta contoh bagi perusahaan lain atau instansi lain, seorang pemimpin harus bijak…” ujarnya.

Aktivis masjid di Kabupaten Ciamis Dede Saefuloh (30) meminta agar Kepala KPP Pratama Ciamis Aporen Siregar lebih baik pecat saja. Karena sampai saat ini, menurutnya, Aporen Siregar terkesan tidak memiliki upaya baik dan secara langsung permintaan maaf.

“Seakan-akan sembunyi. Sampai sekarang tidak jentel meminta maaf,” kata dia. “Seakan-akan merasa tidak bersalah. Saya harap adanya permintaan maaf langsung dari yang bersangkutan,” ujarnya.

Kepala Seksi Pemeriksaan KPP Pratama Ciamis Slamet Sugiharto menyampaikan kepada Radar melalui WA bahwa Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat 1 Neilmaldrin Noor melalui Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Barat Reny Ravaldini menyampaikan klarifikasi Direktorat Jenderal Pajak atas kejadian di KPP Pratama Ciamis. Isinya, sehubungan dengan tugas Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak, petugas DJP wajib bersikap dan berpenampilan yang rapi, bersih dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Namun demikian, untuk bersikap dan berpenampilan rapi tersebut, tidak ada larangan bagi petugas untuk memelihara jenggot. Kedua, kejadian di KPP Pratama Ciamis merupakan sebuah kesalahpahaman terkait kerapian pegawai dan petugas. Kesalahpahaman ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Saat ini petugas yang bersangkutan tetap bekerja di KPP Pratama Ciamis. Ketiga, DJP mewajibkan para pegawainya untuk menghormati agama, kepercayaan dan adat istiadat orang lain dan mengajak setiap pihak untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Loading...

“Saya hanya meneruskan klarifikasi dari atasan kami. Suratnya seperti itu,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.