Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.7%

7.4%

69.8%

Pemkab Ciamis Klaim Bisa Kendalikan Penyebaran Covid-19

159
0
DIHUKUM. Pemuda yang melanggar aturan PSBB saat dihukum push up oleh para petugas Posko PSBB di Kecamatan Paurwadadi. ISTIMEWA

CIAMIS – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ciamis membuahkan hasil. Kini, kasus penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan.

Ketua Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Ciamis dr Bayu Yudiawan menjelaskan bahwa penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan.

Baca juga : Jalan Desa Sadananya Ciamis Longsor, Akses Terganggu

Itu bisa dilihat dari peta zona putih di Ciamis yang sudah mencapai 24. Sementara zona hijau sebanyak 13 dan zona merahnya ada dua yaitu di Kecamatan Pamarican dan Banjarsari.

Mulai memutihnya beberapa wilayah, kata dia, artinya sudah tidak ada lagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP) di daerah tersebut.

“Kalau kebijakan (PSBB, Red) konsisten dan masyarakat patuh kita optimis semua cepat terkendali dan yang zona hijau pun akan mulai memutih untuk itu diharapkan semua elemen berperan aktif dalam pencegahannya,” papar Bayu saat dihubungi Radar, Senin (11/5).

Diharapkannya juga dengan pemberlakukan PSBB bisa terus menekan penyebaran Covid-19. Kalau pun yang telanjur datang ke rumah, mereka harus disiplin dan melakukan isolasi mandiri.

“Kami berharap jangan ada lagi pemudik lagi ke Ciamis biar tidak bertambah lagi penularan atau zona merahnya juga. Kalau sayang keluarga lebih baik jangan mudik, “ terangnya.

Terkait dua daerah yang masih menjadi zona merah Covid-19, Kecamatan Pamarican dan Banjarsari, pihaknya telah melakukan tracking kepada 150 orang dari lima kontak yang terkonfirmasi.

“Kami sangat optimis di Kabupaten Ciamis menjadi memutih semuanya dan penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan,” paparnya.

Pihaknya bersyukur dengan adanya PSBB, warga yang tak berkepentingan diminta pulang lagi dan tidak masuk wilayah Ciamis.

“Hal itu sangat tepat sekali karena bisa menekan penyebaran Covid-19,” harapnya.

Dihubungi terpisah, anggota Posko PSBB di Kecamatan Purwadadi menjelaskan masih banyak travel yang datang dari Jawa Tengah yang mengangkut pemudik ke Ciamis.

Namun mereka tetap bisa lewat asalkan sesuai anjuran bupati mereka harus melakukan isolasi mandiri.

“Kecuali kalau desanya tidak menerima dan bisa dibalikkanankan, namun ini menerima dan diterapkan isolasi mandiri ke delapan penumpang tersebut tujuannya ke Kecamatan Purwadadi,” ujarnya.

Baca juga : Kakek Warga Cikoneng Ciamis Tewas Ngambang di Kolam, Sempat Dikira Boneka

Kasus lainnya, kata dia, yaitu ada dua pengguna motor dari Jawa Tengah berboncengan. Mereka tidak memakai masker. Petugas pun menyuruh mereka push up dan disuruh balik lagi, karena tidak ada tujuan jelas ke Ciamis.

“Jadi upaya kami PSBB ini diperketat terus guna menekan angka penyebaran Covid-19 yang masuk ke Ciamis,” tuntasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.