Pemkab Ciamis Siapkan Relokasi Warga Korban Tanah Retak di Kawali

102
0
ANGKUT BARANG. Secara bertahap, masyarakat di Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan membawa barang-barang dari rumah mereka yang rusak akibat retakan tanah, kemarin.

CIAMIS – Pemkab Ciamis siap merelokasi warga yang menjadi korban terdampak tanah bergerak di Desa Indragiri Kecamatan Panawangan dan di Kecamatan Kawali.

“Kemarin di Indragiri Panawangan satu RT sudah pindahkan. Tinggal tindak lanjutnya seperti apa. Tinggal bahas bersama-sama nanti,” ujar Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya di Pendopo, Rabu siang (5/1).

Di Kecamatan Panawangan, kata Bupati, sebanyak 25 bangunan, termasuk masjid rusak karena terdampak pergerakan tanah. Sedangkan di Kecamatan Kawali sembilan bangunan. “Sementara belum ada tenda darurat, karena mereka mengungsi di rumah saudaranya masing-masing,” ujarnya.

Mengenai relokasi hunian para korban, kata Bupati, harus dilakukan, karena kalau tidak direlokasi akan berbahaya. Untuk membahas perelokasian bangunan-bangunan milik korban, kata Bupati, akan pihaknya bahas. Termasuk lagan pengganti. “Kalau di desa ada tanah, kita yang bangun,” ujarnya. “Kalau tidak ada tanah, harus kita beli,” ujar orang nomor satu di Pemkab Ciamis ini.

Baca juga : Rumah Warga Rancah Ciamis Disambar Petir, Begini Kondisinya..

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dusun Cilimus Desa Indragiri Ana Rusliana menjelaskan, sekarang lebar retakan tanah sudah rata-rata 13 cm. Bahkan jalan kabupaten juga retak-retak.

Retakan mulai terlihat melintangi jalan. Kini sudah dipasang plang imbauan kepada pengguna jalan untuk waspada saat melintasi jalan tersebut.

“Jadi retakan terus meluas dan melebar, kami masih tetap waspada,” papar saat diwawancarai Radar, Rabu (6/1).

Saat ini, tak hanya retakan yang bertambah, bangunan korban retakan pun bertambah. Data sampai Rabu (6/1), ada 25 bangunan, termasuk satu masjid mengalami retak-retak.

Kini, para pemilik rumah mulai membawa barang-barang dari rumah mereka, karena mereka mengosongkan rumah yang sebelum ditinggali.

“Untuk sekarang ini masyarakat mulai perlahan sedikit-sedikit melakukan evakuasi barang-barang, baik lemari, kasur serta yang lainnya. Diangkut pakai motor atau mobil juga, karena warga khawatir tanah akan tambah besar bergeraknya,” ujar Ana.

Apakah mereka siap jika suatu saat harus direlokasi? “Kami bersama masyarakat telah berkomunikasi bila memang ada hasil penelitian giologi memang tidak layak ditempati, masyarakat semua telah sepakat siap direlokasi lagi,” ujarnya.

Warga juga berharap ada keputusan secepatnya dari pemerintah, karena masyarakat ingin sekali ada keputusan pasti hasil dari pemeriksaan Badan Geologi: apakah layak ditempati atau tidak. “Kami hanya menunggu hasil Geologi saja, layak atau tidaknya ditempati tanah tersebut,” ujarnya.

Dari 25 bangunan yang terdampak retakan tanah, rumah-rumah yang mengalami rusak parah yaitu milik Uja Suherman, Asep Asikin, Nenta Agustina dan Maman.

Warga yang memiliki rumah terdampak pergerakan tanah, kata Ana, banyak yang tidak bekerja karena mereka memikirkan kerusakan tanah. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.