Pemkab Ciamis Tak Akan Gegabah Berlakukan KBM Tatap Muka

95
0
Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya diwawancarai terkait rencana Kementerian Pendidikan memberlakukan KBM tatap muka di sekolah. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Menindaklanjuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang mengizinkan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada awal 2021 akan disikapi serius Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya.

“Kalau untuk Kabupaten Ciamis sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka akan melihat perkembangan pandemi ini, bila kasus sudah landai di awal tahun kenapa tidak sekolah dibuka lagi. Sebaliknya  kalau tracking-nya naik, banyak zona oranye apalagi merah akan dipertimbangkan dulu,” ujarnya kepada Radar, Senin (23/11).

Kemudian, kata dia, jika kondisi perkembangan kasus sudah landai pun tetap akan melakukan pertimbangan yang matang.

“Meskipun sudah landai, tapi akan melihat kasus per zona di setiap kecamatan,” jelas Herdiat kepada wartawan usai acara penyerahan hadiah bagi pelanggan PDAM Tirta Galuh, Jalan Iwa Kusuma Somantri  Kabupaten Ciamis.

Herdiat menyampaikan, bahwa dari 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis tidak semua sekolah akan buka. Tapi akan menentukan titik yang paling aman dari penyebaran Covid-19.

Loading...

Baca juga : Warga Cijeungjing Ciamis Kehilangan Suami Sejak 11 Tahun Lalu

“Misalnya  dari seluruh kecamatan di Ciamis ada 20 kecamatan yang masuk zona oranye atau kasus positifnya cukup banyak,  jelas tidak dilaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka,” katanya, menjelaskan.

“Saya kira paling yang 10 kecamatan bisa sekolah tatap muka dilaksanakan, karena daerah-daerah tersebut terbilang aman dari penularan virus corona,” ujarnya, menambahkan.

Herdiat menyampaikan,  untuk teknis pelaksanaannya pun bertahap, sekolah SD yang didahulukan adalah kelas atas yakni 4, 5 dan 6. Ketika kondisi berlangsung aman, baru ke kelas bawah yakni 1, 2 dan 3, begitu pula untuk SMP untuk jam belajarnya juga dilakukan pengaturan setiap harinya.

“Saya betul-betul mempertimbangkannya, karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak. Jadi itu yang kami pertimbangkan, kesehatan dan keselamatan anak,” ucapnya.

Lanjut dia, pihaknya memantau setiap sekolah yang bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat ketika KBM kembali dilaksanakan. Namun, bagi yang tidak mampu melaksanakan protokol kesehatan, maka sekolah tersebut tidak bisa melaksanakan KBM tatap muka. “Bila nantinya KBM tatap muka dibuka, harus mempedomani protokol kesehatan,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.