Tidak Cukup Penataan, Perlu Juga Normalisasi

Pemkab Garut Akan Segera Menata Situ Bagendit

189
0
RADIKA ROBI RAMDANI / RAKYAT GARUT FAVORIT. Para wisatawan saat masuk ke objek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, Sabtu (17/2).

TAROGONG KALER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan segera menata Objek Wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi. Hal itu dilakukan setelah Pemkab Garut mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 30 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Bantuan ini kami dapat setelah pak presiden berkunjung ke Garut. Saat itu pak gubernur menjanjikan akan bantu penataan Bagendit ini,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan usai menghadiri Forum Grup Diskusi pembangunan Situ Bagendit di Hotel Santika Garut Rabu (20/2).

Meski mendapatkan bantuan anggaran Rp 30 miliar, dirinya tidak menjamin bisa menyelesaikan penataan dan normalisasi Situ Bagendit. “Anggaran itu hanya untuk penataan kawasan saja. Kalau sama normalisasi itu tidak akan cukup,” katanya.

Menurut dia, dalam penataan Situ Bagedit tidak hanya memperbaiki infrastruktur di lingkungan, tetapi harus ada normalisasi situ. Kalau tidak dilakukan, menurut dia, akan percuma. “Kalau musim kemarau Situ Bagendit ini jadi lapang sepak bola (kering). Jadi harus diperhatikan juga normalisasi ini,” paparnya.

Untuk melakukan penataan Bagendit, kata dia, memang membutuhkan dana ratusan miliar. Masalah air di Bagendit harus menjadi yang utama. Meski infrastruktur juga harus mendapat perhatian.

Sebagai objek wisata yang akan jadi unggulan di Jawa Barat, masalah air tersebut tentunya harus jadi yang utama. Pengerukan menjadi salah satu cara untuk menampung air. “Kemarau airnya itu tak ke sana (Bagendit). Airnya itu kan dari Cibuyutan dan Ciojar, tapi terbatas. Dari (bendungan) Copong kan belum berfungsi,” ucapnya.

Ia mengaku tak mengetahui detail pembangunan yang akan dilakukan dengan dana Rp 30 miliar tersebut. Menurutnya, detail engineering design (DED) Situ Bagendit berada di ranah pemprov. “Intinya normalisasi tak termasuk. Saya nggak tahu buat apa saja Rp 30 miliar itu. Semuanya kan dana dari provinsi, nggak ada dari kabupaten,” katanya.

BUPATI KECEWA

Kekecewaan Rudy tak hanya nampak dari penataan di Situ Bagendit. Sebelumnya, saat rapat rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), ia juga mengungkapkan rasa frustasinya. Pasalnya ,sejumlah janji yang disampaikan gubernur tak terealisasi di tahun ini.

Saat ditanya terkait janji yang akan menata kawasan Alun-Alun Garut, Rudy juga mengaku tak akan terjadi tahun ini. “Tidak jadi (penataan alun-alun), tidak ada anggarannya. Yang direncanakan itu, tahun depan baru dilaksanakannya,” ujarnya.

Bukan hanya alun-alun, pembangunan batas kota juga tidak akan dilaksanakan. Semua yang diharapkan dari bantuan provinsi, tak akan terlaksana dalam waktu dekat. “Hanya Bagendit saja (yang jadi dibangun). Mungkin tahun depan (pembangunan alun-alun dan batas kota),” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.