Pemkab Garut Antisipasi Kluster Covid-19 di Pesantren

284
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut terus melakukan upaya dalam mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 di lingkungan pesantren.

“Saat ini belum ada klaster pesantren. Jadi kita antisipasi sejak saat ini,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Kamis (8/10).

Baca juga : Di Garut Gunakan Kentongan Sebagai Peringatan Dini Tsunami

Menurut dia, saat ini pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut untuk diingatkan agar penerapan protokol kesehatan di lingkungan mereka tetap dilakukan dengan ketat.

“Yang sudah dipanggil itu (pimpinan pondok pesantren) yang telah melakukan kegiatan belajar,” ujarnya.

Helmi mengingatkan, pesantren yang sudah melakukan kegiatan belajar untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, supaya tidak terjadi klaster baru. “Kita minta agar mereka (pimpinan pesantren, Red) tetap melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di pesantren,” katanya.

Helmi tak menyangkal di beberapa daerah telah muncul klaster Covid-19 di lingkungan pesantren. Namun, ia memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kasus terkonfirmasi Covid-19 dari pesantren di Kabupaten Garut.

Kendati demikian, ia menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan pelacakan (tracking), penelusuran (tracing) dan pengujian (testing) kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Garut, termasuk di lingkungan pesantren. Dengan cara itu, penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika ada kasus.

“Jangan sampai sudah banyak, baru ketahuan,” terangnya.

Menurut dia, Pemkab Garut juga akan menambah satu unit alat pemeriksaan untuk uji usap (swab test).

Dengan penambahan alat itu, kapasitas pemeriksaan sampel akan semakin banyak.
“Mudah-mudahan kapasitas pemeriksaan bisa bertambah jadi 500 sampel per hari. Sekarang kapasitas masih 300 per hari,” terangnya.

Baca juga : Pandemi Covid-19, Pembangunan Pantai Selatan Garut Dihentikan Sementara

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut hingga Rabu malam, total kasus terkonfirmasi positif berjumlah 276 kasus.

Sebanyak 206 orang telah dinyatakan sembuh, 11 orang masih melakukan isolasi mandiri, 46 orang menjalani perawatan di rumah sakit, dan 13 orang meninggal dunia. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.