Pemkab Garut Bingung Tangani 2 WNA Positif Corona, Izin Tinggal Sudah Habis

153
0
radartasikmalaya.com

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih mempertimbangkan penanganan dua warga negara asing (WNA) yang hasil rapid test-nya reaktif atau positif Covid-19. Pemkab akan telebih dahulu melakukan koordinasi, terutama dengan imigrasi.

“Kita masih mempertimbangkan dulu (penanganannya), apakah akan dititipkan di Jakarta atau bagaimana,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan di kantornya Senin (20/4).

Baca juga : Nenek Miskin Warga Cibiuk Garut Ini Tinggal di Rumah Reyot & tak Pernah dapat Bantuan

Helmi menerangkan pertimbangan dilakukan karena izin tinggal para WNA di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler itu sudah habis. “Sekarang kita koordinasi terus, terutama dengan pihak imigrasi,” ujarnya.

Penanganan saat ini, pihaknya sudah memberikan imbauan khususnya untuk dua WNA yang reaktif Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri di tempat tinggal sekarang dan dilarang untuk bepergian. “Dua WNA ini sekarang isolasi mandiri di salah satu tempat di Tarogong Kaler, sambil menunggu hasil swab test-nya keluar,” ujarnya.

“Kalau hasil swab-nya keluar, paling kita serahkan ke Kedutaan Banglades saja. Karena dokumennya lengkap,” tambahnya.

Baca juga : 2 WNA di Garut Positif Covid-19

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut melakukan rapid test terhadap lima warga negera asing (WNA) yang merupakan jemaah di salah satu masjid di Tarogong Kaler. Hasilnya dua WNA dinyatakan reaktif atau positif Covid-19.

“Yang menjalani rapid test jemaah masjid itu ada tujuh orang, dua WNI dan lima WNA. Yang dua WNA dinyatakan reaktif setelah rapid test itu,” ujar Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut Ricky Rizki Darajat Minggu (19/4). (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.