Pemkab Garut Buka Jalan Poros Baru Cihurip-Cisompet

112
0
Diskominfo Garut MEMANTAU. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memantau jalan setapak yang menghubungkan Kecamatan Cihurip dan Cisompet Selasa (10/3). Rencananya akan dibangun jalan di lokasi tersebut.

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan membuka jalan poros yang baru. Jalan yang direncanakan dibangun tahun ini tersebut akan menghubungkan Kecamatan Cihurip dan Cisompet.

“Tahun ini kita bangun jalan poros Cihurip-Cisompet karena kedua kecamatan yang bertetangga ini tidak memiliki akses jalan langsung,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan di kantornya Rabu (11/3).

Baca juga : RSUD dr Slamet Garut Terima Pasien Supect Corona dan Dirujuk ke RSHS Bandung

Helmi mengatakan selama ini warga dari Cihurip ke Cisompet ataupun sebaliknya hanya bisa menggunakan jalan setapak. Itu pun hanya bisa diakses dengan jalan kaki, tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor.

“Kalau pakai kendaraan, harus memutar dulu ke jalan provinsi. Jaraknya lebih jauh kalau ke jalan utama, padahal dua kecamatan ini sangat dekat,” terangnya.

Menurut dia, jalan setapak yang menghubungkan dua kecamatan di wilayah selatan Garut sepanjang 3,6 kilometer ini memang sudah ada sejak lama. Jalan tersebut dibangun warga untuk jalan pintas, baik dari Cihurip maupun sebaliknya.

“Sudah ada jalannya dari dulu, tapi jalan kaki. Dulu ada jalan yang dirintis, cuma jalannya masih batu dan sekarang kena longsor,” katanya.

Helmi menyebut pembangunan jalan sudah ditunggu warga selama puluhan tahun. Pembangunan jalan akan menggunakan swakelola. Helmi menjamin semua perizinan dan analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) akan ditempuh.

Ia tak ingin pembangunan jalan tersebut memunculkan masalah. Apalagi sebagian kawasan jalan melewati hutan produktif. “Hutan produktif itu kan ada di bawah pengelolaan Perhutani. Yang pasti harus ada amdal dulu dan izin-izin lain. Termasuk ke Perhutani,” ujarnya.

Ia menilai hutan produksi relatif lebih mudah dalam mengurus perizinannya. Apalagi kawasan hutan itu sudah lama digarap oleh masyarakat. “Ada lahan warga, tapi ada juga lahan negara. Cuma sudah digarap masyarakat jadi kebun. Lebar jalan tiga sampai lima meter,” terangnya.

Dibukanya akses jalan tersebut, diakui Helmi akan memudahkan warga dari Desa Cisangkal, Cihurip menuju Desa Jatisari, Cisompet. Ia berharap dampak ekonomi bisa lebih baik dengan dibukanya jalan.

“Kepala Desa Cisangkal yang minta. Masyarakat yang lahannya kena (pembangunan jalan) minta ganti rugi. Kami juga sudah anggarkan,” ucapnya.

Selain jalan, pemerintah juga akan membantu pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Desa Cisangkal dan pengembangan kawasan wisata. “Di sana ke SMP jauh, sekitar tujuh kilo jaraknya. Yang terdekat itu di kecamatan. Untuk penataan wisata, akan dimulai juga akhir Maret ini. Ada curug (air terjun) yang bagus di sana,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.