Pemkab Garut Dianggap Tak Serius Urus Sepak Bola

21
KECEWA. Manajer Persigar Dadang Johar Arifin saat ditemui di SMKN 2 Garut Kamis (6/12). Dadang menganggap Pemerintah Kabupaten Garut kurang serius dalam mengurus sepak bola. Akibatnya Persigar tak bisa ikut kompetisi sepak bola. (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

TAROGONG KALER – Manajer Persatuan Sepakbola Indonesia Garut (Persigar) Dadang Johar Arifin menganggap Pemerintah Kabupaten Garut kurang serius dalam mengurus sepak bola.
“Saya kurang percaya ke Pemda Garut.

Ada kemauan nggak, serius gak? Karena selama dua tahun ini kami nggak diberi apa-apa,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di SMKN 2 Garut Kamis (6/12).

Karena tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten, kata dia, Persigar saat ini tidak bisa mengikuti kompetisi sepak bola karena keterbatasan anggaran.

“Kalau pemerintah daerah peduli dan memberi bantuan anggaran, kami yakin Persigar bisa maju dan mengikuti kompetisi seperti klub bola daerah lain,” katanya.

Namun adanya pergantian ketua Askab PSSI Garut, dirinya optimis sepak bola di Kabupaten Garut akan berkembang.

“Saya percaya pak Amir Latif sebagai ketua PSSI yang baru karena dia pelaku bola, sehingga bisa memajukan sepak bola di Garut. Asalkan pemerintah juga mendukung,” terangnya.

Dadang berharap Pemkab Garut bisa memberi porsi lebih dalam menunjang prestasi sepak bola Garut, khususnya Persigar dan PSSI sebagai dua lembaga yang fokus terhadap pengembangan olahraga sepak bola.

“Manajemen untuk mengurus bibit sepak bola itu tanggung jawab PSSI, selebihnya itu adalah Persigar yang mengelolanya,” papar dia. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.