Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Minimalisir Konflik saat Pilkades!

Pemkab Garut Disarankan Bentuk Tim Tangani Kecurangan Pilkades

31
0

TAROGONG KIDUL – Potensi kerawanan konflik pada pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak dinilai tinggi. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Garut Subhan Fahmi pun meminta Pemerintah Kabupaten Garut meminimalisir kerawanan itu.

“Potensi kerawanan konflik Pilkades ini sangat tinggi. Jadi harus diminimalisir dari sekarang,” ujar Fahmi kepada wartawan Rabu (9/10). Menurut dia, potensi kerawanan Pilkades selain konflik ada juga politik uang dan mobilisasi pemilih pada hari H pencoblosan.

Mobilisasi pemilih, kata dia, terjadi karena dalam Pilkades hanya ada satu tempat pemungutan suara (TPS) yang disimpan di kantor desa. “Ini harus dicari jalan keluarnya. Kalau menambah jumlah TPS, pasti berdampak pada anggaran yang besar. Kalau menggantungkan pada APBD, saya yakin tidak akan bisa,” ujarnya.

Maka dari itu pihaknya berharap dalam Pilkades Serentak pemerintah kabupaten membentuk tim untuk menangani konflik maupun kecurangan. Sebab, kata dia, dalam Pilkades tidak ada peran KPU dan Bawaslu. “Panitia Pilkades harus berkoordinasi dengan penegak hukum, baik itu kepolisian atau kejaksaan. Semisal kalau di Pemilu itu Gakumdu lah,” sarannya.

Dia berharap Pemilihan Kepala Desa Serentak yang akan dilaksanakan pada November menjadi percontohan pelaksanaan demokrasi di masyarakat. “Masyarakat desa sudah lama mempraktikkan proses demokrasi langsung, sehingga Pilkades diharapkan menjadi model demokrasi ideal,” ujarnya.

Dia juga meminta Pilkades yang akan diikuti 125 desa tetap menjunjung tinggi asas musyawarah. “Meskipun one man one vote, tokoh masyarakat harus berperan aktif, harus bermusyawarah. Jangan sampai ada konflik horizontal pasca Pilkades. Itu merugikan masyarakat,” katanya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.