Pemkab Garut Dorong Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

130
0
BERI PELAYANAN. Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Garut Widya Satriyanto SKom bersama pegawaiannya di kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Garut, kemarin. Soni tarsoni / rakyar garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Garut Nomor 35 Tahun 2020 tentang Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Dengan adanya perbup tersebut maka seluruh pekerja non PNS diwajibkan ikut dalam progam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini.

Baca juga : Muhammadiyah Garut Berbagi Dimasa Pendemi Corona

“Alhamdulillah kami berterima kasih kepada Pak Bupati Garut H Rudy Gunawan yang telah mengeluarkan perbup ini. Peraturan ini akan membantu supaya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bisa beroperasi penuh di wilayah Kabupaten Garut,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Garut Widya Satriyanto SKom kepada Rakyat Garut, Jumat (31/7).

Menurut dia, dengan adanya perbup, para pegawai non PNS, seperti kepala desa dan perangkatnya sekarang diwajibkan ikut menjadi peserta BPJS Ketenagarkerjaan.

Selain itu, para pekerja di perusahaan atau pekerja perorangan juga bisa ditekankan kembali untuk ikut dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Sebelum adanya perbup, para pegawai masih sukarela menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi sekarang itu sifatnya sudah wajib, karena ada peraturannya,” ujarnya.

Widya menerangkan dengan ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, banyak keuntungan yang diperolah para pegawai, yakni aktivitas pekerjanya mendapatkan jaminan, terutama dalam kecelakaan kerja.

“Jika terjadi kecelakaan bahkan kematian, setidaknya ada manfaat santunan yang bisa diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Menurut dia, untuk para pegawai, khususnya kepala desa beserta perangkatnya yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan wajib mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Untuk program JKK, akan mengcover terhadap risiko- risiko kecelakaan pada saat melakukan aktivitas pekerjaan, dari mulai berangkat sampai pulang lagi ke rumah.

“Jika terjadi kecelakaan dalam aktivitas pekerjaan itu, seluruhnya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sedangkan untuk musibah yang menyebabkan kematian, kata dia, itu juga akan diberi santunan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk meninggal karena kecelakaan kerja, itu mendapatkan santunan 48 kali gaji, sementara jika meninggal akibat faktor penyakit itu juga dapat santunan sebesar Rp 48 juta.

“Jadi sangat besar manfaatnya. Seluruh aktivitas dalam pekerjaan itu mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Untuk program JHT, itu bentuknya adalah tabungan yang bisa diambil kapan saja ketika mengalami pemberhentian pekerjaan atau memutuskan tidak lagi untuk bekerja.

“Ketika mereka berhenti bisa langsung ajukan klaim terhadap Jaminan Hari Tua-nya yang berbentuk tabungan. Begitu pula terhadap masyarakat informal yang bekerja secara individu umpama dia sudah tidak lagi melakukan aktivitas bekerja bisa mengajukan pencairan JHT,” ujarnya.

Selain dua program itu, kata dia, ada juga program Jaminan Pensiun seperti terdapat di ASN atau PNS, TNI dan Polri.

Program ini merupakan kesetaraan hak yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

“Selama ini yang menikmati pensiun itu PNS, TNI dan Polri, sementara diluar sana banyak yang belum PNS atau dia honor tapi ketika diusia tua dia tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

Dengan adanya Jaminan Pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan ketika nanti pekerja telah mengiur selama 15 tahun, maka diusia 57 tahun dia akan mendapatkan pensiun secara berkala hingga yang bersangkutan meninggal dunia.

Baca juga : DI Pemilik Akun FB yang Dinilai Lecehkan Guru Mulai Diperiksa Polisi Garut

Dana pensiun ini juga akan dilanjutkan oleh pasangan hidupnya sampai meninggal atau menikah lagi. Selanjutnya akan turun lagi ke anak-anaknya yang belum menikah dan bekerja.

“Ini bukan jangka pendek tapi jangka panjang pun terlihat manfaatnya terlihat sekali,” paparnya. (yna/son)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.