Pemkab Garut Dorong Ketahanan Pangan di Ponpes

81
0
TINJAU. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman melihat lokasi budidaya lele di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Sayuran Kecamatan Cigedug, Rabu (30/9). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut mulai mendorong pondok pesantren untuk melakukan kegiatan usaha di lingkungan pesantrennya. Salah satunya mendorong kegiatan usaha sektor ketahanan pangan dengan melakukan budidaya ikan lele sistem bioflok.

“Kita dorong usaha di pesantren seperti ini untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan juga kebutuhan gizi para santri,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, usai melihat lokasi budidaya ikan lele di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Sayuran di Kecamatan Cigedug, Rabu (30/9).

Baca juga : 11 Napi di Lapas Garut Positif Corona

Menurut dia, budidaya ikan lele yang mulai kembangkan di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Sayuran ini bisa meningkatkan ekonomi para santri dan para pengurus pondok pesantren.

“Seandainya budidaya ini berkembang besar secara lebih luas bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di lingkungan pesantren,” katanya.

Ia menuturkan, program budidaya lele sistem bioflok untuk pesantren itu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Ikan Perikanan Sukabumi yang sementara dikembangkan di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah.

Loading...

Program pengembangan budidaya di pesantren itu, kata Helmi, diharapkan bisa terus berlanjut dan bisa menjadi contoh bagi pesantren lainnya ketika mendapatkan bantuan serupa untuk program budidaya itu.

“Saya berharap program ini bisa menjadi percontohan dan bisa berhasil karena ke depannya pesantren ini akan menjadi tolak ukur untuk pesantren yang lain,” katanya.

Helmi berharap, adanya kegiatan budidaya lele di pesantren bisa menjaga ketahanan pangan bagi santri maupun masyarakat setempat, sekaligus dapat menjaga stabilitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Program ini harus berhasil, sebab ini bukan hanya untuk pesantren, akan tetapi untuk masyarakat juga ada perputaran ekonomi,” terangnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut Yani menambahkan, sebelumnya akan ada dua pesantren untuk menjalankan program budidaya lele sistem bioflok, namun yang disetujui baru satu pesantren.

Rencananya, kata dia, semua pesantren di Garut bisa mendapatkan bantuan serupa yang anggarannya bersumber dari APBN melalui rekomendasi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut.

“Kami berharap ke depannya program ini bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren dalam rangka mengantisipasi dampak Covid-19,” ujarnya.

Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Aceng Abdul Aziz menyampaikan, budidaya lele bioflok memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan cara tradisional karena lebih hemat air dan pakan.

Baca juga : KKMPB Rekomendasikan Langkah Pemkab untuk Mitigasi Tsunami di Pantai Selatan Garut

Menurut dia, program tersebut dapat membantu kebutuhan pangan para santri sehingga terpenuhi gizinya, bahkan hasil dari panen lele itu bisa dijual dengan harga cukup bagus yakni Rp 18 ribu per kilogram.

“Untuk budidaya lele bioflok baru mencoba sekarang, mudah-mudahan hasilnya memuaskan, sedangkan budidaya lele tradisional sudah lama,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.