Pemkab Garut Hadirkan Akses Internet di Wilayah Terpencil

34
0
INTERNET. Bupati Garut H Rudy Gunawann saat mencoba koneksi internet dengan melakukan panggilan video ke luar negeri.
Loading...

PEUNDEUY – Pemerintah Kabupaten Garut meresmikan program Garut Merdeka Internet (Garment) dan Garut Caang (Terang) Informasi (Gacor) di Desa Purwajaya Kecamatan Peundeuy, Selasa (29/12). Program tersebut merupakan upaya untuk menghadirkan akses internet di wilayah Kabupaten Garut.

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku puas dengan peresmian program itu di Desa Purwajaya. Dengan program itu, kini warga di desa tersebut dapat mengakses internet dengan mudah.

“Jadi kita komitmen kita bahwa Garut mempunyai visi bertaqwa dan maju itu diimplementasikan dengan adanya internet yang bisa mengakses seluruh dunia,” kata Rudy dalam keterangan resminya, Rabu (30/12).

Program Garment dan Gacor diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut. Program itu dibuat untuk mengatasi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.

Baca juga : Hindari Dibunuh, 5 ABK Terjun ke Laut, Kapal & Pelaku Terdampar di Pantai Sancang Garut

Loading...

PJJ disebut menjadi kendala para siswa di Kabupaten Garut, terutama di wilayah yang sulit koneksi internet, salah satunya di Desa Purwajaya.

Saat ini, Rudy mengklaim koneksi internet di desa itu sudah sangat baik. Bahkan, ia sempat mencoba koneksi internet dengan melakukan panggilan video ke New York, Amerika Serikat.

“Ini membuktikan internet kita sudah bisa mendunia, jadi bisa menjual dari sini ke mana pun, ke Eropa ke mana pun,” katanya.

Program Garment dan Gacor disebut tak hanya akan diterapkan di Desa Purwajaya. Pemkab Garut sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk mengatasi permasalahan blank spot di Kabupaten Garut. Rudy menargetkan akan ada lebih dari 100 desa yang akan merdeka internet.

Kepala Diskominfo Kabupaten Garut Muksin menargetkan pada 2021, seluruh wilayah Kabupaten Garut sudah bisa terkoneksi dengan internet. Menurut dia, kegiatan di Desa Purwajaya hanyalah awal dari program Garment dan Gacor.

“Kita ini kan sebagai satu langkah awal, sebagai trigger bagaimana infrastruktur bisa menjangkau seluruh kawasan yang ada di Kabupaten Garut. Jadi harapannya nanti ini bisa dikembangkan,” terangnya.

Kepala Desa Purwajaya Abdaloh mengatakan, sebelum ada program itu warganya harus mencari dataran tinggi untuk mencari sinyal agar bisa mengakses jaringan internet. Karena itu, selama ini siswa yang belajar secara daring harus naik gunung untuk bisa mengakses internet.

“Sampai ada yang bermalam di sana karena hujan. Itu suatu hal permasalahan yang terjadi di Purwajaya, sebab sinyal di hanya ada di spot-spot ketinggian,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.