Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Pemkab Garut Kembangkan Inovasi Sistem Belajar Jarak Jauh

101
0
MEMANTAU. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memantau sekolah yang menerapkan sistem belajar melalui saluran TV lokal. Wakil bupati mengaku akan mengembangkan sistem pembelajaran tersebut. istimewa

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus melakukan inovasi dalam sistem pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.

Selain sistem belajar melalui daring atau online, pemerintah juga terus mengembangkan sistem pembelajaran melalui saluran televisi lokal.

Baca juga : Kasus Positif Covid-19 di Garut Nambah 2 Pasien dari Cibiuk dan Kadungora

“Sistem pembelajaran melalui saluran televisi lokal ini baru berjalan di SMPN 2 Cilawu dan akan terus dikembangkan,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan Jumat (14/8).

Dia menilai sistem pembelajaran melalui saluran televisi efektif dan tidak akan membebani orang tua siswa, tidak seperti belajar online yang harus menyediakan perangkat hape berikut dengan kuota internetnya.

“Ini merupakan terobosan bagus, siswa juga dapat belajar lebih mudah, murah dan nyaman,” ujarnya.

Helmi menerangkan kedepannya pemkab melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akan mengembangkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui televisi lokal lebih luas.

“Kami ingin sistem pembelajaran melalui TV lokal ini bisa menjangkau seluruh sekolah di Garut,” terangnya.

Pihaknya juga terus melakukan pengecekan kesiapan sekolah di wilayah zona hijau dan kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kita cek kesiapannya, terutama fasilitas dalam menerapkan protokol kesehatan. Hasil pengecekan, hampir semua sekolah sudah siap,” terangnya.

Helmi menerangkan dalam pembelajaran tatap muka, pihaknya belum bisa menentukan kapan dilaksanakan. Hal itu karena tim gugus tugas masih melakukan verifikasi di lapangan.

“Kalau rencana untuk tingkat SMP itu bulan September, tetapi kami belum tahu rekomendasi dari tim gugus tugasnya,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Totong mengatakan pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh dengan televisi lokal terus dikembangkan.

Televisi lokal yang digunakan merupakan milik sekolah. Seperti yang sudah diterapkan di SMPN 2 Cilawu.

“Di situ pemancarnya menggunakan milik sekolah. Ini akan dikembangkan di seluruh sekolah supaya bisa seperti itu,” ujarnya.

Terkait pembelajaran tatap muka, Totong mengatakan akan memberlakukan sekolah tatap muka pada September mendatang.

Sekolah yang bisa membuka layanan belajar tatap muka ialah sekolah yang tempatnya berada di zona hijau maupun kuning serta fasilitas sekolah cukup untuk menunjang pemberlakuan protokol kesehatan bagi siswa, guru maupun orang-orang di lingkungan sekolah.

“Untuk tatap muka di Garut sesuai arahan pa bupati setelah masuk SMA/SMK itu dilanjutkan SMP selama satu bulan percobaan dam dievaluasi. Kemudian SD satu bulan selanjutnya, PAUD selanjutnya lagi, jadi bertahap,” katanya.

Ia menuturkan teknis pengajuan sekolah tatap muka tidak jauh berbeda dengan apa yang diprogramkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dimana pemetaan sekolah yang boleh dan tidak melaksanakan belajar tatap muka dilihat dari wilayah per kecamatan, ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah, serta izin orang tua.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Garut Aceng Maulana mengatakan sudah mempersiapkan segala kebutuhan jika pada September mulai diberlakukan belajar tatap muka.

“Kami terus berusaha mempersiapkan untuk belajar tatap muka. Dari mulai melengkapi sarana prasarana dalam menerapkan protokol kesehatan, juga teknis, jadwal pembelajaran, termasuk surat izin orang tua. Tentunya kita akan perketat pemberlakuan protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga : Pengedar Sabu di Wilayah Kota Garut Diringkus Polisi

Dalam upaya pencegahan penyebaran virus di sekolah, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya diantaranya pembuatan lebih dari 100 titik tempat cuci tangan di sekolah, termasuk tempat wudhu dan lainnya.

“Kami berupaya dalam pencegahan buat cuci tangan di depan begitu masuk ada 22 tempat cuci tangan, di belakang toilet putri ada 48 titik, putra sedang membuat termasuk tempat wudu dan WC kurang lebih 40 titik,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.